Jembatan Mataparallu Dilaunching Presiden, Kodim 1425/Jeneponto Buktikan Program TNI-AD Berujung di Masyarakat

CAKRAWALAINFO.CO.ID, JENEPONTO– Jembatan Beton Mataparallu yang menghubungkan Desa Samataring dengan Kelurahan Tolo Timur, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, resmi menjadi bagian dari pembangunan yang dihadirkan TNI-AD untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Setelah seluruh proses pembangunannya rampung, jembatan tersebut secara resmi dilaunching oleh Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto melalui Video Conference (Vidcon) Jeneponto Sulawesi Selatan, ( 13 /8/2026..

Momentum tersebut menjadi penanda penting bagi masyarakat, sebab jembatan yang selama ini dinantikan kini benar-benar hadir sebagai akses penghubung yang diharapkan mampu memperlancar mobilitas dan aktivitas warga di kedua wilayah.

Launching tersebut dihadiri dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa, Sekda Jeneponto Aspa Muji, Kasdim 1425/Jeneponto Mayor Inf Ramli Hamanja, Kabag SDM Polres Jeneponto Kompol Syahrul, Kadis PUPR Jeneponto, Dansub Denzibang Bantaeng, Kepala Desa Samataring, Lurah Tolo Timur, para Danramil, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa, masyarakat serta pelajar.

Kehadiran berbagai elemen tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan Jembatan Mataparallu bukan hanya menjadi perhatian pemerintah dan TNI-AD, tetapi juga menjadi bagian dari harapan masyarakat yang akan menggunakan akses tersebut dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Usai launching oleh Presiden Republik Indonesia, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peresmian Jembatan Beton Mataparallu secara simbolis oleh Sekda Kabupaten Jeneponto Aspa Muji bersama Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa melalui pengguntingan pita.

Bacaan Lainnya

Momen tersebut disaksikan langsung oleh berbagai elemen masyarakat yang hadir. Pengguntingan pita menjadi penanda bahwa jembatan tersebut kini resmi dibuka dan siap dimanfaatkan masyarakat, sekaligus menjadi titik awal bagi hadirnya manfaat pembangunan secara langsung di lapangan.

Sekda Kabupaten Jeneponto Aspa Muji menyampaikan apresiasi atas hadirnya Jembatan Beton Mataparallu yang dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan TNI-AD mampu melahirkan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Keberadaan jembatan diharapkan semakin memperlancar hubungan antara Desa Samataring dan Kelurahan Tolo Timur serta memberikan kemudahan bagi warga dalam menjalankan berbagai aktivitas.

Ia menambahkan, infrastruktur seperti Jembatan Mataparallu memiliki peran penting dalam mendorong perkembangan wilayah. Ketika akses semakin terbuka, maka mobilitas masyarakat, kegiatan ekonomi dan berbagai aktivitas lainnya juga dapat berjalan lebih baik.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Jeneponto menyampaikan terima kasih kepada TNI-AD, khususnya Kodim 1425/Jeneponto, yang telah menjadi bagian penting dalam menghadirkan pembangunan tersebut dan berharap masyarakat dapat menjaga serta memanfaatkan jembatan dengan sebaik-baiknya.

Kepala Desa Samataring H. Subardi mengungkapkan rasa syukur atas selesainya pembangunan Jembatan Beton Mataparallu dan telah diresmikannya jembatan tersebut.

Menurutnya, kehadiran jembatan ini merupakan kabar yang sangat berarti bagi masyarakat Desa Samataring karena akses yang terbangun tidak hanya menghubungkan dua wilayah secara fisik, tetapi juga membuka kemudahan bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

H. Subardi menilai, jembatan tersebut akan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas warga serta mendukung kegiatan ekonomi dan sosial. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada TNI-AD melalui Kodim 1425/Jeneponto yang telah berkontribusi dalam menghadirkan pembangunan tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Jembatan ini adalah harapan masyarakat yang kini sudah menjadi kenyataan. Kami akan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa menegaskan bahwa peresmian Jembatan Beton Mataparallu menjadi momentum penting bagi TNI-AD, khususnya Kodim 1425/Jeneponto, karena pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program pembangunan yang dilaksanakan di wilayah.

Menurutnya, sebuah jembatan tidak hanya berbicara mengenai konstruksi dan bangunan fisik, tetapi tentang bagaimana sebuah akses mampu menghubungkan masyarakat, memperlancar aktivitas dan membuka peluang yang lebih luas bagi perkembangan wilayah.

Dandim mengatakan, sejak awal pembangunan, pihaknya berkomitmen agar Jembatan Mataparallu dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan manfaat sesuai kebutuhan masyarakat.

Kini setelah resmi dilaunching oleh Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto dan diresmikan secara simbolis di Kabupaten Jeneponto, jembatan tersebut memasuki babak baru sebagai fasilitas yang akan digunakan langsung oleh masyarakat.

“Ini adalah wujud nyata kehadiran TNI-AD bersama pemerintah untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Kami bersyukur seluruh rangkaian pembangunan hingga launching dan peresmian dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa berharap Jembatan Mataparallu tidak hanya menjadi infrastruktur yang selesai dibangun, tetapi benar-benar menjadi bagian dari perubahan positif bagi masyarakat Desa Samataring dan Kelurahan Tolo Timur.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga jembatan tersebut karena keberlanjutan manfaat sebuah pembangunan sangat ditentukan oleh kepedulian semua pihak.

“Jembatan ini sudah menjadi milik masyarakat. Mari kita jaga bersama, kita manfaatkan dengan baik, dan kita jadikan sebagai bagian dari kemajuan wilayah. Semoga apa yang telah dibangun TNI-AD bersama pemerintah ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Kini, Jembatan Mataparallu bukan lagi sekadar proyek pembangunan yang dinantikan. Setelah resmi dilaunching oleh Presiden Republik Indonesia dan ditandai dengan pengguntingan pita di Kabupaten Jeneponto, jembatan tersebut telah menjadi akses baru yang mempertemukan aktivitas masyarakat dari Desa Samataring dan Kelurahan Tolo Timur.

Sebuah pembangunan yang bermula dari kebutuhan masyarakat kini telah berdiri sebagai bukti bahwa ketika pemerintah, TNI-AD dan masyarakat bergerak dalam satu tujuan, sebuah harapan dapat diwujudkan menjadi akses nyata yang manfaatnya dirasakan bersama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *