Kronologi Penemuan Mayat Nur Hayati Dg Ngai di Balangloe Jeneponto, Diduga Terpeleset saat Seberangi Selokan

CAKRAWALAINFO.CO.ID, JENEPONTO – Warga Dusun Balangloe, Desa Kaluku, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan geger dengan penemuan mayat seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), Selasa (28/7/2026) petang.

 

Korban diketahui bernama Nur Hayati Dg Ngai binti H. Muing (55), warga Dusun Samataring, Desa Kaluku.

Jasad korban ditemukan dalam kondisi terbawa arus di selokan irigasi di belakang rumah warga sekitar pukul 18.00 WITA.

 

Kapolsek Batang, Iptu Purwanto SE, membenarkan insiden pilu tersebut.

Menurut Iptu Purwanto, peristiwa bermula saat korban berpamitan untuk pergi ke sawah pada sore hari.

 

“Sekitar pukul 16.00 WITA, korban hendak pergi ke sawahnya. Namun hingga menjelang malam, korban tidak kunjung kembali,” ujar Iptu Purwanto dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).

 

Petaka mulai terkuak saat anak korban mendengar kabar burung yang beredar di tengah masyarakat.

 

Warga melaporkan telah melihat sesosok mayat perempuan hanyut di saluran irigasi, tepatnya di belakang rumah seorang warga bernama Sapa Dg Naba.

 

Mendengar informasi tersebut, pihak keluarga langsung bergegas menuju lokasi kejadian (TKP).

 

Isak tangis pecah saat keluarga mendapati Nur Hayati sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Pihak keluarga kemudian langsung mengevakuasi jasad korban ke rumah duka.

 

Menerima laporan warga, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Batang langsung bergerak cepat. Kapolsek Batang Iptu Purwanto bersama piket fungsi tiba di TKP sekitar pukul 18.25 WITA.

 

Tak lama berselang, Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Nurman, S.H., M.H., bersama Tim Identifikasi Polres Jeneponto tiba di rumah duka untuk melakukan pemeriksaan awal pada jasad korban.

 

Dari hasil identifikasi luar, petugas menemukan beberapa luka pada tubuh wanita paruh baya tersebut.

 

“Hasil identifikasi luar menemukan adanya luka lebam pada bagian pipi sebelah kiri dan bahu kiri depan. Selain itu, terdapat luka lecet pada pinggul kanan depan serta siku sebelah kanan,” ungkap AKP Nurman.

 

Berdasarkan hasil olah TKP awal, polisi menduga korban mengalami kecelakaan murni saat beraktivitas di sawah.

 

Korban diduga kuat terpeleset dan jatuh saat berusaha menyeberangi saluran irigasi yang memiliki lebar sekitar satu meter.

 

Meski ditemukan sejumlah luka, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban. Keluarga besar Nur Hayati secara resmi menolak untuk dilakukan prosedur Visum et Repertum maupun autopsi medis.

 

Hingga berita ini diturunkan, situasi di rumah duka maupun di lokasi penemuan jasad terpantau aman, kondusif, dan terkendali.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *