Geng Motor Terus Teror Warga Makassar, Sejumlah Korban Terkena Tebasan Parang

Ilustrasi Pembusuran.(Istimewa)

CAKRAWALAINFO.CO.ID, MAKASSAR– Kota Makassar tak henti-hentinya diteror oleh aksi kekerasan yang dilakukan kelompok geng motor. Dalam kurun waktu kurang dari dua jam pada Minggu dini hari (20/7/2025), tiga lokasi berbeda menjadi sasaran penyerangan brutal secara beruntun.

Peristiwa kekerasan tersebut terjadi antara pukul 02.00 hingga 03.30 WITA. Beberapa warga menjadi korban dan mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam dan tembakan anak panah.

Penyerangan pertama berlangsung di sekitar Jalan AP Pettarani, tepatnya dekat pusat perbelanjaan Ramayana. Seorang warga menjadi korban dan mengalami luka parah di bagian kepala dan tangan akibat sabetan parang, sebelum akhirnya dibawa ke RS Yapika untuk mendapatkan perawatan.

Tidak lama setelah itu, insiden serupa terjadi di wilayah Jalan Dangko, Kecamatan Tamalate. Dalam kejadian ini, pelaku kembali menggunakan senjata tajam dan busur untuk melukai korban, yang kini tengah menjalani perawatan di RS Haji Makassar.

Aksi ketiga berlangsung di kawasan Jalan Cendrawasih atau Opu Daeng Risadju, dengan pola serangan yang tidak jauh berbeda dari dua kejadian sebelumnya. Pelaku diduga kuat merupakan bagian dari kelompok geng motor yang sama.

Kasubdit 3 Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel, Kompol Benny Pornika, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah mengerahkan personel untuk memburu para pelaku.

Sebanyak 17 orang yang diduga bagian dari geng motor ditangkap aparat kepolisian setelah terlibat dalam aksi kekerasan di tiga kecamatan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Serangkaian penyerangan tersebut menyebabkan lima warga mengalami luka-luka.

“Hingga saat ini, total 17 orang telah diamankan sehubungan dengan dugaan penganiayaan yang dilakukan di beberapa wilayah Kota Makassar,” ungkap Kompol Benny Pornika, kepada awak media pada Senin (21/7/2025).

Para tersangka ditangkap oleh tim gabungan kepolisian dalam operasi yang dilakukan di sejumlah titik di wilayah Kota Makassar serta Kabupaten Gowa. Penangkapan berlangsung selama dua hari dan berakhir pada Senin dini hari (22/7/2025).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *