CAKRAWALAINFO.CO.ID,JENEPONTO, –Upaya percepatan pengentasan stunting di Kabupaten Jeneponto terus didorong melalui pendekatan kolaboratif berbasis riset. Program Penelitian Kompetitif Nasional (PT-LM) menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan mengangkat tema: “Adopsi Model Terapan Nutri-Helix Berbasis Platform Digital Kolaborasi Multi-Aktor, Strategi Penguatan Edukasi Gizi Partisipatif dalam Pengentasan Stunting di Kabupaten Jeneponto”.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Peneliti PT-LM sekaligus Dewan Pengawas RSUD Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto, Prof. Dr. Nuryanti Mustari. FGD ini dihadiri Kepala Bappeda Jeneponto, Dr. H. Alfian Afandy Syam, perwakilan Bidang Gizi Dinas Kesehatan, OPD terkait, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Jeneponto, kalangan akademisi, serta para mahasiswa.
Dalam arahannya, Prof. Nuryanti menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat diselesaikan hanya dari satu sektor saja. Selama ini stunting kerap dianggap urusan sektor kesehatan semata, padahal penyebabnya bersifat multidimensi meliputi aspek gizi, sosial-ekonomi, ketahanan pangan, dan lainnya.
“Berbicara persoalan stunting itu tidak boleh berbicara hanya satu aktor saja. Ada aktor-aktor lain yang juga sangat signifikan berpengaruh terhadap tingginya angka stunting,” ujar Prof. Nuryanti.
Oleh karena itu, model Nutri-Helix yang ditawarkan menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak — pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, masyarakat, hingga sektor swasta — yang saling bersinergi dalam satu platform digital guna memperkuat edukasi gizi secara partisipatif.
FGD ini menjadi wadah bertukar pengalaman dan masukan dari para peserta terkait pelaksanaan program pengentasan stunting di masing-masing wilayah. Masukan tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan model agar lebih sesuai dengan karakteristik sosial-budaya masyarakat Jeneponto dan siap diimplementasikan menjadi “Model Jeneponto Bahagia”.
Prof. Nuryanti berharap hasil penelitian yang komprehensif ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan angka stunting di Jeneponto yang masih menjadi salah satu daerah perhatian di Sulawesi Selatan.
“Insyaallah, kerja-kerja tuntas yang kita lakukan ini dapat berpengaruh terhadap penurunan angka stunting di Kabupaten Jeneponto,” harapnya.






