Integrasi Uwai Tuo Mannennungeng ke Program JIAT Resmi Dilegalkan, Tim PPK Ormawa dan Dosen Pendamping Unhas.

CAKRAWLAINFO.CO.ID, BONE – Keputusan strategis muncul dari Rapat Pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan (O&P) infrastruktur Jaringan Irigasi Air Tanah yang digelar Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Bone di Hotel Novena, Watampone, Kamis (30/7/2026). Teknologi Uwai Tuo Mannennungeng, inovasi hemat air karya mahasiswa Universitas Hasanuddin, resmi diintegrasikan ke dalam program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dan siap direplikasi di berbagai titik di Kabupaten Bone. Keputusan ini telah dilegalkan dalam Berita Acara Hasil Rapat Kerja Komisi Irigasi.

 

Forum yang dihadiri oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, petugas operasi irigasi, dan sejumlah ketua kelompok P3A/GP3A tersebut juga menjadi ajang pengakuan terhadap kapasitas mahasiswa. Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas diundang sebagai narasumber, didampingi dosen pendamping yang membawakan materi pengembangan masyarakat.

 

Tim yang terdiri dari Fadel Muhammad S. (Ketua Tim), Nur Ichsan, Rifqi Alan Maulana, dan Nyoman Adi Mas Saputra memaparkan teknologi Uwai Tuo Mannennungeng—sistem irigasi berbasis IoT yang mampu memantau kondisi lahan secara real-time dan menghemat air hingga 25 persen. Teknologi ini merupakan bagian dari program Smart Hydro Loop yang diinisiasi untuk menjawab tantangan efisiensi air di sektor pertanian.

 

Kepala Dinas SDABK Kabupaten Bone, Kasdar, ST., M.Si. , menegaskan komitmen pemerintah daerah. “Kami melihat potensi besar dari teknologi Uwai Tuo Mannennungeng. Ini sangat sejalan dengan upaya kami menjaga keandalan irigasi dan efisiensi air. Dengan telah dilegalkannya integrasi ini dalam Berita Acara Komisi Irigasi, kami siap mengintegrasikannya ke dalam program JIAT dan mereplikasinya di lokasi lain,” ujarnya.

 

Ketua Tim PPK Ormawa, Fadel Muhammad S. , menyampaikan apresiasinya. “Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Uwai Tuo Mannennungeng dirancang untuk menjadi solusi tepat guna bagi keterbatasan air di pertanian. Kami berharap teknologi ini bisa diadopsi dan memberikan manfaat luas bagi petani Bone,” ujarnya.

 

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas SDABK, Sutamin, S.Si., M.Si. , menambahkan bahwa integrasi ini menjadi langkah maju dalam modernisasi irigasi. “Kami memastikan infrastruktur yang dibangun didukung teknologi yang memberikan efisiensi maksimal. Uwai Tuo Mannennungeng adalah salah satu solusi terbaik,” jelasnya.

 

Di sisi lain, Dosen Pendamping, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si. , mengingatkan pentingnya pendekatan sosial dalam keberlanjutan program. “Teknologi secanggih apapun tidak akan bertahan tanpa penguatan kapasitas masyarakat. Karena itu, kami juga membekali petani dengan pendekatan community development dan penguatan kelembagaan. Local hero seperti Burhanuddin menjadi kunci agar program terus berjalan meski mahasiswa telah pulang,” ujarnya.

 

Burhanuddin, S.P. , Ketua Kelompok Tani Mabbiri’ sekaligus Ketua P4S Lamellong, membuktikan peran tersebut. “Kami tidak hanya menerima alat, tetapi juga ilmu dan pendampingan. Saya berkomitmen menjaga keberlanjutan program ini di desa,” katanya.

 

Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menutup dengan rasa syukur. “Kami bangga inovasi mahasiswa mendapat tempat dan pengakuan resmi dari pemerintah. Ini awal dari kolaborasi yang lebih luas untuk pertanian cerdas dan berkelanjutan di Bone,” ujarnya.

 

Dengan integrasi dan pelegalan ini, Uwai Tuo Mannennungeng kini menjadi bagian dari kebijakan daerah. Ke depan, teknologi ini diharapkan menjadi model pengelolaan irigasi hemat air yang dapat direplikasi di seluruh Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *