ITB Hadir di Jeneponto, Terapkan Teknologi Tepat Guna untuk Revitalisasi Tambak Garam & Olahan Rumput Laut

CAKRAWALAINFO.CO.ID,JENEPONTO — Kabupaten Jeneponto menjadi lokasi pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan tenaga pengajar Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam rangka meningkatkan produktivitas dan kualitas tambak garam rakyat, sekaligus pemanfaatan pasca panen rumput laut.

 

Program ini merupakan bagian dari inisiatif Kolaborasi Indonesia yang dibiayai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

 

Lamona I Bernawis, Dosen Oseanografi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada rehabilitasi lahan tambak yang sudah tidak aktif atau mati, serta penerapan teknologi tepat guna yang relevan.

 

Bacaan Lainnya

“Kami sedang melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat, Kolaborasi Indonesia, yang merupakan inisiatif dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Ini berupa rehabilitasi tambak yang mati dan sudah tidak aktif, memberikan teknologi tepat guna, serta menerapkan sensor yang bisa mengukur berapa derajat kadar air garam,” ujar Lamona kepada Cakrawalainfo.co.id, Senin (14/9/2026).

 

Sementara itu, ditempat yang sama Aep Patah, PhD Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) ITB menambahkan bahwa timnya menaruh perhatian khusus pada upaya meningkatkan kadar dan kualitas garam yang dihasilkan masyarakat.

 

Selain itu, tim juga memberikan pelatihan pengolahan pasca panen rumput laut agar memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi.

 

“Konsentrasi kami lebih kepada bagaimana cara agar kualitas kadar garam meningkat. Kami juga memberikan pelatihan kepada masyarakat, serta memperkenalkan pemanfaatan teknologi tekstil dan membran dalam proses pengolahan,” jelas Aep Patah.

 

“Semoga program ini diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali lahan tambak yang terlantar, tetapi juga membekali masyarakat pesisir Jeneponto dengan pengetahuan dan teknologi modern agar hasil produksi garam dan rumput laut lebih berkualitas, bernilai jual tinggi, dan berdaya saing luas,” Harapnya.

 

Diketahui, kehadiran tim akademisi ITB ini menjadi bukti sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *