CAKRAWALAINFO.CO.ID, MAKASSAR
Organisasi kemahasiswaan di Universitas Hasanuddin kian menguat seiring pelaksanaan Musyawarah Lembaga di sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Agenda ini menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan yang harus diselesaikan sebelum batas waktu yang ditetapkan oleh pihak Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, yakni pertengahan Januari 2026, guna menyukseskan pelantikan bersama pada awal Februari mendatang.

Di tengah proses tersebut, perhatian sivitas mahasiswa juga tertuju pada Forum Bersama (Forbes) Universitas Hasanuddin. Sebagai forum tertinggi yang mewadahi komunikasi dan kepentingan seluruh UKM, Forbes dipastikan akan menggelar Musyawarah Tahunan dalam waktu dekat untuk menentukan arah kepemimpinan periode selanjutnya.

Musyawarah Tahunan Forbes tahun ini disebut akan berlangsung dengan mekanisme yang sedikit berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu perbedaannya adalah adanya tahapan pendaftaran dan penjaringan calon Ketua/Kordinator Forbes sebelum forum musyawarah resmi dilaksanakan. Skema ini dinilai sebagai upaya untuk memastikan kesiapan kandidat secara gagasan, pengalaman, dan komitmen kelembagaan.

Seiring mendekatnya agenda tersebut, sejumlah nama mulai diperbincangkan di kalangan aktivis UKM. Salah satu nama yang mencuat adalah Muhammad Hidayat, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Koperasi Mahasiswa (Kopma) Universitas Hasanuddin Tahun Buku 2025. Pengalaman kepemimpinannya di salah satu UKM strategis dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan koordinasi lintas organisasi di tingkat universitas.

Meski demikian, hingga saat ini proses pendaftaran calon Ketua/Kordinator Forbes belum dibuka secara resmi. Hal ini disebabkan masih adanya beberapa UKM yang belum menuntaskan Musyawarah Lembaganya.

Saat dikonfirmasi terkait isu pencalonan dirinya, Muhammad Hidayat menyampaikan bahwa dorongan dan dukungan yang mengalir kepadanya ia maknai sebagai bentuk kepercayaan. Namun, ia menegaskan masih bersikap hati-hati dalam mengambil keputusan.

“Dorongan itu tentu saya syukuri, tetapi jabatan ini adalah amanah besar yang harus dipertimbangkan dengan matang,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa saat ini fokus utamanya adalah menyelesaikan tanggung jawab sebagai Ketua Kopma Unhas.
“Saya ingin memastikan terlebih dahulu seluruh amanah di Kopma dituntaskan dengan baik. Setelah RAT dan estafet kepemimpinan berjalan, barulah saya melihat langkah apa yang akan saya ambil selanjutnya,” tambahnya.

Meski belum menyatakan sikap secara resmi, Muhammad Hidayat tetap menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam dinamika jelang Musyawarah Tahunan Forbes.
“Kalau memang situasi dan kondisi memungkinkan, tentu saya siap melangkah. Sekali melangkah, harus siap bertanggung jawab sampai akhir,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *