Pemulung Rumput Laut di Jeneponto Ditemukan Tewas Mengapung di Pantai Tanrusampe. 

CAKRAWALAINFO.CO.ID, JENEPONTO – Warga pesisir pantai Tanrusampe Timur, Kelurahan Pabiringa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan mendadak geger pada Sabtu (25/7/2026) pagi.

 

Sesosok mayat perempuan ditemukan dalam kondisi terbaring dan sudah tidak bergerak di dalam air laut sekitar pukul 07.00 WITA.

Korban diketahui bernama Sattia Binti Subu (60), seorang pemulung rumput laut yang merupakan warga Tanrusampe Barat, Kelurahan Pabiringa, Kecamatan Binamu.

 

Kapolsek Binamu, AKP Sukhardi, SH, membenarkan adanya peristiwa penemuan mayat tersebut saat dikonfirmasi pihak media.

 

“Benar, ada penemuan mayat perempuan di pesisir pantai tadi pagi sekitar pukul 07.00 WITA,” ujar AKP Sukhardi.

 

Kronologi Kejadian

Berdasarkan data yang dihimpun, korban awalnya meninggalkan rumahnya pada pukul 06.15 WITA.

 

Ia berniat menuju pesisir pantai Tanrusampe Timur untuk mencari nafkah sebagai pemulung rumput laut. Namun nahas, sekitar 45 menit kemudian, sejumlah warga yang berada di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) melihat korban sudah dalam posisi terbaring kaku di dalam air pantai.

 

Warga setempat langsung bergegas mengevakuasi tubuh korban ke rumah duka.

 

Setibanya di rumah, korban langsung diperiksa dan dinyatakan telah meninggal dunia.

 

Korban diduga kuat mengalami serangan jantung mendadak saat sedang beraktivitas di pantai.

 

Hal tersebut membuatnya terjatuh ke dalam air laut hingga tenggelam.

 

Polisi Datangi TKP, Keluarga Tolak Autopsi.

Mendapat laporan dari warga, aparat kepolisian langsung bergerak cepat.

Pada pukul 07.45 WITA, Kapolsek Binamu AKP Sukhardi, SH didampingi oleh KA SPK Polres Jeneponto IPDA Abdullah bersama personel gabungan Polres Jeneponto dan Polsek Binamu mendatangi TKP sekaligus melayat ke rumah duka.

 

Pihak keluarga korban menyatakan telah mengikhlaskan kepergian lansia tersebut.

 

Mereka juga secara resmi menolak untuk dilakukan tindakan autopsi terhadap jenazah korban dengan menandatangani surat pernyataan tertulis.

 

Jenazah Sattia kemudian langsung dibawa oleh pihak keluarga ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kampung Papang Loe, Kelurahan Balang Beru, Kecamatan Binamu sekitar pukul 09.00 WITA untuk dimakamkan.

 

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar lokasi kejadian dan rumah duka dilaporkan berada dalam keadaan aman, kondusif, dan terkendali.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *