14 Remaja yang Sering Serang Warga di Makassar Ditangkap, Belasan Busur Panah Diamankan

Ilustrasi Pembusuran.(Istimewa)
 

CAKRAWALAINFO.CO.ID, MAKASSAR– Sebanyak 14 remaja diamankan jajaran Polsek Panakkukang setelah diduga terlibat dalam aksi penyerangan terhadap warga di kawasan Karuwisi, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam operasi tersebut, polisi turut menyita sejumlah senjata tajam berupa parang dan busur panah dari lokasi penggerebekan.

Penggerebekan dilakukan di sebuah rumah di Kecamatan Panakkukang pada Kamis (25/6/2026) malam. Tindakan itu dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait dugaan aksi penyerangan yang melibatkan sekelompok remaja.

Panit Reskrim Polsek Panakkukang, Ipda Ikbal, mengatakan petugas langsung bergerak menuju lokasi begitu memperoleh informasi dari warga.

“Jadi yang kami amankan belasan orang diduga melakukan penyerangan di wilayah Karuwisi,” ujar Ikbal dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).

Saat mengamankan para remaja, petugas juga melakukan penyisiran dan penggeledahan di dalam rumah yang diduga menjadi tempat berkumpul para terduga pelaku.

Dari hasil penggeledahan tersebut, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam jenis parang dan beberapa anak panah busur yang kemudian diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

“Ada beberapa barang bukti yang kami dapatkan waktu kami melakukan penggeledahan di salah satu rumah yaitu parang dan beberapa busur,” kata Ikbal.

Ke-14 remaja beserta barang bukti selanjutnya dibawa ke Mapolsek Panakkukang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami dugaan keterlibatan masing-masing dalam aksi penyerangan tersebut.

“Selanjutnya kami membawa mereka ke Polsek Panakkukang guna pendataan lebih lanjut,” jelasnya.

Penyidik akan menentukan peran setiap remaja berdasarkan hasil pemeriksaan. Bagi mereka yang tidak terbukti terlibat dalam penyerangan, polisi akan menyerahkan kepada orang tua masing-masing setelah menjalani proses pembinaan.

“Yang tidak terlibat melakukan penyerangan akan kami panggil orang tuanya untuk dilakukan pembinaan,” tutup Ikbal.

Hingga kini, kepolisian masih terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap kronologi lengkap serta kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam insiden penyerangan di kawasan Karuwisi.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *