Kabut Asap Melanda Batam: Pemko Terbitkan Edaran, Warga Diminta Waspada

CAKRAWALAINFO.CO.ID, BATAM – Pemerintah Kota Batam meningkatkan kewaspadaan menyikapi kabut asap yang mulai melanda wilayah. Pantauan Dinas Lingkungan Hidup per Selasa (15/9/2026) pukul 06.00 WIB mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di angka 79 atau berstatus sedang.

 

Sebagai langkah nyata, Wali Kota Amsakar Achmad menerbitkan Surat Edaran Nomor 47 Tahun 2026 tentang Kewaspadaan Menghadapi Kabut Asap. Edaran ditujukan ke seluruh elemen mulai instansi pemerintah, dunia usaha, pendidikan, hingga masyarakat luas.

 

Pemko mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan jika kabut menebal, serta melarang keras pembakaran sampah dan lahan yang memperburuk udara. Bagi yang tetap beraktivitas di luar, penggunaan masker sangat disarankan. Masyarakat juga diminta perbanyak minum air putih dan segera berobat jika mengalami batuk, sesak napas, atau iritasi.

 

Berbagai sektor pun diatur: perkantoran dan tempat usaha diminta menjaga sirkulasi udara; sekolah disarankan menyesuaikan kegiatan luar ruangan; pusat perbelanjaan memeriksa sistem ventilasi; serta fasilitas kesehatan bersiaga mengantisipasi lonjakan gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan.

 

Pemerintah kecamatan dan kelurahan diperkuat koordinasinya dan diminta memantau potensi sumber api. Warga diharapkan berperan aktif melaporkan titik rawan bahu melalui pengurus lingkungan atau Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112.

 

“Kami meminta seluruh elemen masyarakat dan instansi bersatu menjaga lingkungan. Jangan ada pembakaran yang memperburuk udara. Jika harus beraktivitas di luar, lindungi diri dengan masker dan perbanyak istirahat,” ujar Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

 

“Kami terus memantau perkembangan kualitas udara. Kesehatan warga adalah prioritas utama. Segera hubungi layanan darurat 112 jika mengalami gangguan kesehatan atau melihat potensi kebakaran,” tegasnya.

 

Pemko mengingatkan agar masyarakat hanya merujuk pada informasi resmi dan menghindari menyebarkan berita tak terverifikasi. Kewaspadaan kolektif dinilai kunci utama menjaga kesehatan dan kenyamanan bersama di tengah kondisi udara yang berfluktuasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *