Peringati Hari Anak Nasional 2026, HPMT Komisariat INTI Gandeng SMPN 1 Tamalatea Edukasi Perlindungan Anak

CAKRAWALAINFO.CO.ID, JENEPONTO – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (HPMT) Komisariat Institut Turatea Indonesia (INTI) bekerja sama dengan UPT SMP Negeri 1 Tamalatea menggelar sosialisasi dan penyuluhan tentang perlindungan anak, Jeneponto Sulawesi Selatan Jumat (24/7/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di UPT SMP Negeri 1 Tamalatea tersebut diikuti ratusan siswa dan siswi, dewan guru, Kepala UPT SMP Negeri 1 Tamalatea, narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Jeneponto, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jeneponto, serta kader dan pengurus HPMT Komisariat Institut Turatea Indonesia.

 

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai hak-hak anak, kesetaraan gender, serta upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.

 

Ketua HPMT Komisariat Institut Turatea Indonesia, Fadly Kuasa, mengatakan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam melindungi hak-hak anak.

 

“Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mengingatkan kita semua bahwa setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh pendidikan yang layak, serta mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan yang merugikan masa depannya,” ujar Fadly.

 

Sementara itu, Kanit PPA Polres Jeneponto, IPDA Aswar TS, S.H., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi sejak dini menjadi langkah strategis dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.

 

“Saya sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini. Kegiatan seperti ini merupakan langkah nyata dalam melindungi generasi penerus bangsa. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengenali tanda-tanda kekerasan, melindungi diri sendiri dan teman-teman, serta berani melaporkan apabila menemukan tindakan yang mengarah pada kekerasan terhadap anak,” tegasnya.

 

Narasumber dari Dinas PPPA Kabupaten Jeneponto, Dr. Farida Mappatunru, S.P., M.Si, menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah.

 

“Anak-anak adalah aset bangsa yang harus kita jaga bersama. Kami berharap mereka semakin memahami hak-haknya, berani berbicara apabila mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan, serta mampu membangun karakter yang saling menghargai. Mari bersama menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah anak,” ungkapnya.

Kepala UPT SMP Negeri 1 Tamalatea, Abdul Rajab, S.Pd., M.M., turut menyampaikan apresiasi kepada HPMT Komisariat INTI, Dinas PPPA, dan Polres Jeneponto atas kolaborasi yang dinilai memberikan manfaat besar bagi peserta didik.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Edukasi mengenai perlindungan anak sangat penting sebagai bekal bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut demi menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak,” ujarnya.

 

Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, HPMT Komisariat Institut Turatea Indonesia berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam pemenuhan hak-hak anak serta bersama-sama mewujudkan lingkungan yang bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan perundungan. Semangat kolaborasi yang terbangun diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas, sehat, berkarakter, dan terlindungi,(Muh Iqbal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *