Emosi Antre Solar 7 Jam Disalip, Sopir Truk di Makassar Tikam Rekannya di SPBU

CAKRAWALAINFO.CO.ID, MAKASSAR– Insiden penikaman terjadi di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (20/7/2026). Seorang sopir truk berinisial Hendra (31) diduga menikam sesama sopir truk, Aswandi (30), setelah cekcok yang dipicu persoalan antrean pengisian bahan bakar jenis solar.

Peristiwa itu berlangsung di SPBU Cokro yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea. Polisi menyebut pelaku telah mengantre sejak dini hari sebelum akhirnya terjadi perselisihan dengan korban.

Kapolsek Tamalanrea Kompol Mustari Alam menjelaskan, Hendra datang ke lokasi sekitar pukul 02.30 Wita bersama istri dan anaknya untuk mengantre solar.

“Pelaku sementara antre BBM jenis solar di SPBU Jalan Perintis Kemerdekaan depan Kampus Cokroaminoto Makassar sejak pukul 02.30 Wita,” ujar Mustari dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).

Setelah menunggu sekitar tujuh jam, truk milik pelaku akhirnya mendapat giliran mengisi bahan bakar sekitar pukul 09.44 Wita. Namun, menurut keterangan polisi, saat proses itu akan dilakukan, korban diduga memosisikan kendaraannya di jalur yang seharusnya ditempati pelaku.

“Tiba-tiba datang korban dari arah depan menempati tempat yang seharusnya ditempati oleh pelaku dengan alasan akan mengisi solar dex, sehingga pelaku meminta korban memindahkan mobilnya,” kata Mustari.

Permintaan tersebut tidak menyelesaikan persoalan. Korban disebut tetap memajukan kendaraannya ke jalur pengisian truk besar sehingga memicu adu mulut di antara keduanya.

Polisi menyebut cekcok semakin memanas setelah korban diduga mengucapkan kata-kata kasar kepada pelaku. Dalam kondisi emosi, pelaku kemudian diduga mengeluarkan sebilah badik dan menyerang korban.

“Korban tidak terima, kemudian berkata kasar, sehingga pelaku tersulut emosi dan langsung mencabut sebilah badik,” ungkap Mustari.

Penyidik menduga pelaku melakukan dua kali tusukan ke arah korban. Satu tikaman mengenai bagian dada kanan bawah, sedangkan satu serangan lainnya berhasil ditepis oleh korban.

“Satu kali mengenai bagian dada sebelah kanan bawah korban, sementara satu tikaman lainnya sempat ditangkis korban,” jelasnya.

Salah seorang petugas SPBU, Arjun, mengaku tidak menyangka pertengkaran tersebut akan berujung aksi kekerasan. Bahkan, rekan kerjanya sempat mengira kedua sopir itu hanya bercanda karena terlihat saling berdekatan.

“Temanku kira mereka bercanda. Ternyata saat memeluk itu pelaku memegang badik. Jadi tidak ada yang tahu,” katanya kepadqa wartawan

Usai kejadian, pelaku sempat masuk ke dalam truk dan diduga berusaha meninggalkan lokasi. Petugas SPBU kemudian berupaya menghentikan kendaraan tersebut dengan melempar bagian depan truk.

Menurut Arjun, tindakan itu dilakukan untuk mencegah pelaku melarikan diri. Petugas tidak mengarahkan lemparan ke bagian kabin karena mengetahui istri dan anak pelaku berada di dalam kendaraan.

Sementara korban yang mengalami luka tusuk sempat terduduk sebelum akhirnya terjatuh. Petugas keamanan SPBU kemudian mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Korban sempat duduk setelah ditikam, lalu masih sempat merekam mobil pelaku sebelum akhirnya dibawa sekuriti ke rumah sakit,” ujarnya.

Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea Iptu Ismail mengatakan pelaku telah diamankan dan kini menjalani pemeriksaan di kantor polisi.

“Korban dibawa ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo untuk menjalani perawatan medis. Pelaku sementara diamankan di Polsek Tamalanrea untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” terangnya secara terpisah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *