Dia memaparkan peran pelabuhan sebagai simpul utama dalam rantai pasok nasional.
Sejauh ini, bahwa Pelindo Makassar juga telah menerapkan IT-based Port Operation, seperti, Control Room terpusat untuk pengaturan pergerakan kontainer, Penggunaan crane dan peralatan bongkar muat modern.
“Ada juga Sistem monitoring real-time aktivitas terminal, dan Optimalisasi pelayanan terminal untuk mempercepat arus barang,” ujar dia menjelaskan.
Mahasiswa juga diajak meninjau langsung area terminal kontainer, sehingga dapat menghubungkan teori logistik dengan praktik lapangan.
Kegiatan ini membuka wawasan mahasiswa tentang praktik mengenai implementasi logistik di sektor strategis negara, serta membuka pemahaman mengenai dinamika rantai pasok, regulasi perdagangan, dan teknologi operasional pelabuhan.

Sementara itu, Dosen pendamping, Abdul Muttalib, menilai kegiatan ini sangat penting untuk memadukan teori.
Dan praktik yang dibutuhkan mahasiswa dalam dunia kerja nantinya.
“Studi lapangan ini menjadi jembatan antara pengetahuan akademik dan praktik lapangan. Mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana proses kepabeanan dan logistik dijalankan oleh instansi strategis negara dan BUMN,” ungkap Abdul Muttalib.
Mantan Wakil Dekan II FEB Unismuh menuturkan, kegiatan ini diprakarsai oleh panitia kelas Manajemen Logistik, mereka adalah Nanda Ramadhani, Lenny, Rifqy.
“Kami ingin mahasiswa melihat langsung bagaimana teori yang mereka pelajari di kelas dijalankan di lapangan. Ini menjadi bekal nyata ketika mereka memasuki dunia kerja maupun merintis usaha sendiri,” jelasnya.






