CAKRAWLAINFO.CO.ID, BONE – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin menggelar sosialisasi perdana program “Mannennungeng: Smart Hydro Loop” di Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, pada Minggu (28/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan petani dalam mewujudkan pertanian cerdas yang berkelanjutan.
Sosialisasi berlangsung dengan dihadiri oleh Kepala Desa Kajaolaliddong, Muh. Yunus, perangkat desa, Ketua BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perwakilan Camat Barebbo (Ahmad Ahmadi), 13 ketua kelompok tani beserta anggotanya, warga setempat, pengurus UKM KPI, dan dosen pendamping. Kehadiran lintas elemen ini mencerminkan tingginya antusiasme dan dukungan masyarakat terhadap program tersebut.
Dalam pemaparannya, Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., menyampaikan sejumlah target yang ingin dicapai melalui program ini, antara lain peningkatan produktivitas padi, efisiensi penggunaan air, serta pengurangan ketergantungan pada pupuk kimia. Ia juga menegaskan komitmen tim untuk mendampingi petani secara berkelanjutan. “Kami hadir bukan untuk menggantikan, tetapi untuk mendampingi dan memberdayakan petani. Kami akan terus berada di sisi mereka hingga program ini memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Empat fokus utama program diperkenalkan dalam sosialisasi ini, meliputi sistem irigasi berbasis IoT, pengolahan limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk organik, teknologi pengendalian hama ramah lingkungan, serta penguatan kelembagaan petani melalui kurikulum pelatihan.
Kepala Desa Kajaolaliddong, Muh. Yunus, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program ini. “Setelah mendengar penjelasan dari adik-adik mahasiswa, kami kini lebih memahami arah dan tujuan program ini. Masyarakat Desa Kajaolaliddong siap berkontribusi dan berharap program ini dapat membawa perubahan positif bagi kesejahteraan petani. Kami juga berharap mahasiswa terus memberikan pendampingan, tidak hanya selama program berlangsung, tetapi juga setelahnya,” ujarnya.
Perwakilan Camat Barebbo, Ahmad Ahmadi, juga menyatakan dukungan dari pemerintah kecamatan. “Kami sangat mendukung program ini dan berharap Desa Kajaolaliddong dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kecamatan Barebbo. Pemerintah kecamatan siap memfasilitasi koordinasi dengan dinas teknis dan pihak terkait,” katanya.
Dosen pendamping, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si, menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pembangunan perdesaan. “Kami ingin memastikan bahwa pendampingan yang diberikan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga membangun kapasitas kelembagaan petani agar mereka mampu mandiri dan berkelanjutan,” tuturnya.
Setelah sosialisasi, tim akan melanjutkan ke tahap pelatihan teknis, pendampingan lapangan, serta pemasangan alat di lahan demplot. Seluruh rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung hingga Oktober 2026.






