CAKRAWALAINFO.CO.ID,WAJO, – Dua puluh satu tahun perjalanan pengabdian sebagai prajurit bukanlah waktu yang singkat. Di balik perjalanan panjang tersebut, tersimpan beragam pengalaman, perjuangan, pengorbanan, serta ikatan persaudaraan yang tumbuh kuat di antara sesama prajurit.
Semangat itulah yang mewarnai kegiatan reuni Letting Prajurit 31050/2 atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pegasus, yang digelar di Kabupaten Wajo pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Pertemuan tersebut menjadi momentum istimewa bagi para prajurit untuk kembali merajut kebersamaan setelah melewati perjalanan pengabdian selama 21 tahun. Reuni bukan sekadar ajang melepas rindu, tetapi juga kesempatan untuk mengenang masa-masa awal perjuangan, mempererat silaturahmi, serta menjaga ikatan persaudaraan yang telah terbangun sejak menapaki dunia militer.
Bagi para anggota Letting Pegasus 31050/2, perjalanan selama lebih dari dua dekade tentu menyimpan cerita masing-masing. Tugas dan tanggung jawab sebagai prajurit membawa mereka melalui berbagai pengalaman, sementara waktu dan jarak menjadi bagian dari dinamika kehidupan yang dijalani.
Namun, perbedaan penugasan dan perjalanan hidup tidak menghapus ikatan yang telah terjalin. Semangat kebersamaan yang tumbuh sejak awal pengabdian tetap menjadi bagian penting dari identitas mereka sebagai sesama prajurit.
Dipilihnya Kabupaten Wajo sebagai lokasi reuni kali ini menghadirkan ruang untuk kembali berkumpul dalam suasana kekeluargaan. Canda, cerita, dan kenangan menjadi pengikat yang mempertemukan kembali rekan-rekan seperjuangan dalam satu semangat: menjaga persaudaraan agar tetap hidup sepanjang masa.
Lebih dari sekadar pertemuan, reuni ini menjadi pengingat bahwa pengabdian seorang prajurit tidak hanya tercermin dari tugas yang dijalankan, tetapi juga dari nilai solidaritas, loyalitas, dan kepedulian terhadap sesama.
Memasuki tahun ke-21 pengabdian, Letting Pegasus 31050/2 diharapkan terus menjaga kekompakan dan memperkuat silaturahmi. Sebab, perjalanan boleh membawa setiap prajurit ke tempat yang berbeda, tetapi kenangan dan persaudaraan yang telah dibangun akan selalu memiliki tempat tersendiri.
Di Kabupaten Wajo, kebersamaan itu kembali dirajut. Bukan hanya untuk mengenang masa lalu, melainkan juga untuk merawat persaudaraan yang diharapkan terus tumbuh, melintasi waktu, dan menguatkan semangat pengabdian pada masa mendatang.







