Baru Berjalan 2 Bulan Sudah 28 Siswa Kejang-kejang Usai Santap Menu MBG, Pemilik Dapur: Kenapa Saya Ditanya-tanya

CAKRAWALAINFO.CO.ID JENEPONTO – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditutup karena menyalurkan menu makanan yang diduga tidak layak konsumsi ternyata baru berjalan selama. Dua bulan.

Selama beroperasi, dapur tersebut baru kedapatan atau ketahuan menyajikan menu makanan bergizi yang tidak layak konsumsi.

Dapur tersebut viral setelah 28 siswa dari SD Rumbia mengalami kejang-kejang diduga akibat dari menu MBG yang ada di kecamatan Rumbia naungan yayasan manunggal kartika jaya.

Dapur yang diduga menyalurkan menu MBG yang membahayakan siswa ternyata dikeleloh oleh oknum legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jeneponto yang bernama Humaera Ishad. Ia juga diduga sekaligus penyuplai bahan makanan yang akan disalurkan ke siswa.

Saa dikonfirmasi langsung, Humaera Ishad merasa risi dipertanyakan soal kejadian menu MBG yang mengakibatkan 28 siswa di rawat di RS dan di Puskesmas.

“Kenapa saya di tanya-tanya iya. Bukan saya. Ke dapur maki tanya siapa,” Ujarnya saat bertemu di salah satu caffe yang ada di Jeneponto, Minggu (26/4/2026).

Saat ditanya bahwa dirinya juga mendapat panggilan pemeriksaan dari pihak aph atau tidak, dia langsung merasa tak ingin menerima pertanyaan apapun.

“Kenapa saya di tanya-tanya,” Tuturnya.

Padahal sebelumnya, kepala SPPG yang bernama Nuramelia Putri mengaku telah menjalani pemeriksaan dari pihak kepolisian karena banyaknya siswa yang kejang-kejang akibat menyantap menu MBG pada hari kamis lalu.

Sekeder informasi saat ini pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan dari sampel makanan menu MBG yang diduga kuat penyebab siswa kejang-kejang.

Penulis: Bella

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *