CAKRAWALAINFO.CO.ID, JENEPONTO, – Bayang-bayang gagal panen kini menghantui para petani di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Ribuan hektar tanaman padi dilaporkan mulai mengering dan rusak akibat krisis air yang berkepanjangan.

Pantauan di lapangan pada Jumat sore, kondisi memprihatinkan terlihat jelas di salah satu wilayah di Kelurahan Empoang Utara, Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (17/4/2026)
Hamparan sawah yang seharusnya hijau kini berubah warna menjadi cokelat kekuningan. Batang-batang padi merunduk bukan karena berisi, melainkan karena layu dan mati sebelum waktunya.
*Bendungan Karalloe Berfungsi, Tapi Sawah Tetap Kering*
Kondisi ini memicu tanda tanya besar di kalangan petani. Pasalnya, Bendungan Kelara Karalloe yang diharapkan menjadi solusi kedaulatan air di wilayah tersebut sebenarnya sudah beroperasi.
Namun, debit air nyatanya tidak sampai menyentuh lahan-lahan pertanian di wilayah Kampung Tayyu dan sekitarnya.
Salah satu petani setempat mengeluhkan distribusi air yang tidak merata serta infrastruktur irigasi yang diduga belum menjangkau seluruh area persawahan secara maksimal di tengah musim kemarau ini.
*Belum Ada Perhatian Pemerintah*
Hingga berita ini diturunkan, para petani mengaku belum mendapatkan bantuan atau penanganan serius dari Pemerintah Kabupaten Jeneponto.
Mereka merasa dibiarkan berjuang sendiri menghadapi kerugian yang sudah di depan mata.
“Kami sangat berharap ada langkah nyata dari pemerintah daerah. Jika terus dibiarkan tanpa solusi air atau bantuan, modal yang kami tanam akan hilang total,” ujar salah satu warga yang ditemui di lokasi.
Kekeringan di wilayah ini tidak hanya mengancam stok pangan lokal, tetapi juga memukul ekonomi masyarakat yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Warga mendesak dinas terkait untuk segera turun tangan melakukan normalisasi saluran irigasi atau memberikan solusi alternatif agar dampak kekeringan tidak semakin meluas..






