Berita  

CAKRAWALAINFO.CO.ID, JENEPONTO – Seorang nelayan asal Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, bernama Heril (23), sempat dilaporkan hilang di laut akibat cuaca ekstrem. Setelah terombang-ambing selama satu hari satu malam, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat di perairan Bulukumba.

‎Peristiwa kecelakaan laut tersebut terjadi pada Minggu (1/2/2026). Korban diketahui berangkat melaut sekitar pukul 05.00 WITA untuk mencari ikan. Namun hingga pukul 17.00 WITA, Heril belum juga kembali ke rumah, padahal biasanya ia pulang sekitar pukul 10.00 WITA.

‎Keluarga bersama sejumlah nelayan setempat sempat melakukan pencarian mandiri, namun korban tidak ditemukan. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jeneponto.

‎Pada Senin (2/2/2026), BPBD Kabupaten Jeneponto bersama Basarnas Pos SAR Bantaeng melakukan pencarian menggunakan perahu karet di perairan Jeneponto–Bantaeng. Pencarian dilakukan menyusul laporan dugaan kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem.

‎Sekitar pukul 12.38 WITA, pihak BPBD menerima kabar bahwa korban telah menghubungi keluarganya dan mengonfirmasi keberadaannya di Panoang, Desa Baruga, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng, dalam kondisi selamat.

‎Berdasarkan keterangan korban, perahu katinting berwarna hijau bertuliskan “CCTV 01” yang digunakannya terbalik sekitar pukul 08.00 WITA akibat hujan deras disertai gelombang tinggi. Korban kemudian bertahan hidup dengan naik ke badan perahu yang terbalik dan terombang-ambing di laut lepas selama satu hari satu malam.

‎Heril akhirnya ditemukan oleh nelayan asal Kabupaten Bantaeng di perairan Bulukumba pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 11.00 WITA, lalu dievakuasi ke daratan.

‎Sekitar pukul 13.00 WITA, BPBD Kabupaten Jeneponto bergerak menuju lokasi penemuan untuk menjemput korban dan mengantarkannya kembali ke rumahnya di Dusun Kaloko, Desa Pao, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto.

‎BPBD memastikan kondisi korban dalam keadaan selamat dan telah kembali ke rumah. Dalam penanganan kejadian ini, unsur yang terlibat antara lain BPBD Kabupaten Jeneponto, Basarnas Pos SAR Bantaeng, pemerintah desa setempat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat. (*/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *