CAKRAWALAINFO. CO. ID, JENEPONTO — Kodim 1425/Jeneponto kembali menunjukkan langkah tegas dalam menjaga martabat dan kualitas prajurit dengan menggelar kegiatan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Semester II TA 2025. Bertempat di Aula Vyati Makodim, Senin, 24/11/2025.
kegiatan diawali dengan pelaksanaan tes urine kepada seluruh prajurit dan PNS Kodim 1425/Jeneponto serta personel Kanminvetcad XIV-19/Hasanuddin.
Langkah ini menjadi bentuk komitmen bahwa TNI harus menjadi garda terdepan dalam pemberantasan narkoba, dimulai dari keteladanan di internal satuan.
Selain pemeriksaan, kegiatan juga diisi sosialisasi P4GN yang dibuka oleh Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa. Menghadirkan dr. Muh. Bhakti Setiawan dari Puskesmas Tamalatea sebagai narasumber, kegiatan berlangsung interaktif dan edukatif.
Tampak hadir Kasdim 1425/Jeneponto, Kakanminvetcad XIV-19/Hasanuddin, para Perwira Staf, Danramil, Kepala UPT Puskesmas Tamalatea, prajurit, PNS, serta Persit KCK, menunjukkan kuatnya sinergi lintas unsur dalam perang melawan narkoba.
Usai kegiatan, Dandim menegaskan bahwa pelaksanaan P4GN bukan sekadar formalitas, melainkan keharusan untuk menjaga kehormatan institusi.
“Narkoba adalah musuh bersama. Prajurit tidak boleh memberi ruang sedikit pun bagi barang haram ini. Tes urine ini adalah upaya memastikan bahwa seluruh anggota Kodim benar-benar bersih dan mampu menjadi teladan bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menuturkan bahwa ancaman narkoba bersifat laten dan dapat melemahkan pertahanan negara dari dalam. Karena itu, pengawasan, pemeriksaan berkala, serta pembinaan mental prajurit akan terus diperketat.
“Kami ingin setiap prajurit hadir sebagai sosok yang sehat, disiplin, dan siap menjalankan tugas tanpa kompromi terhadap narkoba. Ini adalah pondasi kekuatan satuan,” ujarnya.
Lebih jauh, Dandim mengapresiasi kerja sama pihak kesehatan serta dukungan semua unsur sehingga kegiatan berlangsung optimal. Ia menekankan bahwa langkah pencegahan harus dimulai dari edukasi, keteladanan, dan keberanian mengatakan ‘tidak’ pada narkoba.
“Dengan sinergi dan kesadaran bersama, kita bisa menciptakan lingkungan kerja yang aman, bersih, dan bermartabat,” pungkasnya.
Sementara itu, dr. Muh. Bhakti Setiawan menambahkan bahwa narkoba tidak hanya merusak organ tubuh, tetapi juga memengaruhi pola pikir, kontrol emosi, hingga masa depan seseorang. Ia menekankan pentingnya kesadaran prajurit terhadap bahaya tersebut, mengingat tugas TNI menuntut kondisi fisik dan mental yang prima.
“Edukasi seperti ini sangat penting agar prajurit memahami risiko dan benar-benar menjaga diri dari penyalahgunaan narkoba,” tuturnya.












