CAKRAWALAINFO.CO.ID, JENEPONTO – Pemerintah Kabupaten Jeneponto menggelar Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Tahun 2025, Selasa (10/6/2025).
Kegiatan berlangsung di Ruang Tamarunang Bappeda Jeneponto, dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Islam Iskandar selaku Ketua TKPKD.
Rapat ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bupati Jeneponto Nomor: 100.3.3.2/117/2025 tentang pembentukan Tim Koordinasi dan Sekretariat TKPKD.
Forum ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya penghapusan kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Islam Iskandar menekankan pentingnya koordinasi yang solid dan berkesinambungan.
Ia menyebut bahwa kebijakan yang terarah dan kolaboratif akan mempercepat pencapaian target penurunan angka kemiskinan di Jeneponto.
“Koordinasi ini penting agar kita memiliki arah kebijakan yang selaras dan efisien. Kami berharap seluruh OPD dan unsur terkait aktif mengambil peran,” ujarnya.
Islam Iskandar juga menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan berjalan tepat sasaran, terutama program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dinilainya sangat mendesak.
“Tidak boleh ada lagi rumah tangga di Jeneponto yang tinggal di rumah tidak layak. Semua perangkat daerah, camat, kepala desa, dan lurah harus berkontribusi dalam program ini,” tegasnya.
Rapat ini turut dihadiri Plh. Kepala Bappeda yang juga Asisten Administrasi Umum Setda, Nuzuldin Ngallo, para Kepala OPD, Kepala BPS, Pimpinan BAZNAS, DPD KNPI, serta unsur lintas sektor lainnya yang tergabung dalam TKPKD Jeneponto.
Ketua DPD KNPI Jeneponto, Muhammad Ruslan, turut hadir sebagai narasumber.
Ia menyampaikan hasil verifikasi dan validasi rumah tangga miskin ekstrem berdasarkan data DTKS dan P3KE.
Ia menyoroti masih banyak keluarga miskin yang belum tersentuh program bantuan.
“Temuan kami menunjukkan perlunya basis data yang valid sebagai acuan bersama. Banyak rumah tangga miskin ekstrem belum mendapat bantuan sosial, termasuk untuk RTLH,” ungkapnya.
Melalui forum ini, Pemkab Jeneponto berharap terbangun sinergi antarlembaga dan OPD dalam menyusun strategi lanjutan.
Rapat berlangsung sejak pukul 08.30 WITA hingga selesai dengan agenda utama evaluasi kinerja tahap pertama dan perumusan intervensi semester kedua 2025. (*/)






