Ratusan PBI JK Non-aktif di Jeneponto kembali di aktifkan oleh Pemerintah Pusat

SC GWA Forkom

CAKRAWALAINFO.CO.ID, JENEPONTO – Kementerian Sosial Republik Indonesia Kembali mengaktifkan peserta PBI JK yang non-aktif Periode Januari 2026 atau tepatnya pada pada tanggal 29 Januari 2026, sebanyak 105.028 jiwa yang memiliki penyakit kronis dan katastropik.

Hal tersebut terutang dalam Keputusan Menteri Sosial RI nomor 24/HUK/2026 tentang Penetapan penerima bantuan iruan jaminan kesehatan bulan Januari 2026.

Dari 105.028 jiwa tersebut untuk Kabupaten Jeneponto yang diaktifkan kembali sebanyak 172 Jiwa yang memiliki penyakit kronis dan katastropik.

“Alhamdulillah untuk kabupaten Jeneponto sebanyak 172 jiwa yang memiliki penyakit kronis dan katastropik yang diaktifkan kembali oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial RI”, ungkap Kabid Linjamsos, Ashari Ilyas. Selasa (24/02/2026).

Selain itu, masyarakat yang masuk penon-aktivan PBI JK periode Januari 2026 yang sementara dalam perawatan di Rumah Sakit atau Puskesmas juga telah berhasil di reaktivasi sebanyak 45 Jiwa.

“Selain yang 172 jiwa itu, Kami juga di Dinas Sosial setiap hari melakukan usulan reaktivasi bagi pasien yang sedang berada di rumah sakit atau puskesmas”, pungkas Ashari.

Kepala Bidang Linjamsos, Ashari Ilyas mengakui bahwa, sejak terjadinya penon-aktivan PBI JK di tanggal 29 Januari 2026, Dinas Sosial telah berhasil melakukan proses reaktivasi sebanyak 45 jiwa.

“Sudah ada 45 jiwa yang kami usulkan kembali aktif dan alhamdulillah semuanya sudah aktif kembali KISnya,” ungkapnya.

45 jiwa yang kembali diusulkan aktif tersebut berasal dari aduan masyarakat dan para tenaga kesehatan (nakes) yang ada di Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik, melalui Group WhatsApp Forum Komunikasi (Forkom) JKN Kabupaten Jeneponto.

“Iya, aduannya dari masyarakat langsung dan tenaga kesehatan di Rumah Sakit dan puskesmas yang menangani pasien, aduannya masuk melalui Group WhatsApp yang telah ada sejak tahun 2022, guna melancarkan aduan-aduan pasien yang sedang berada di rumah sakit,” ucap Ashari Ilyas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *