CAKRAWALAINFO.CO.ID, JENEPONTO – Penggunaan material geotekstil dalam pekerjaan perbaikan ruas Jalan Pammanjengang–Embo, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, mendapat apresiasi dari kalangan pemuda. Metode tersebut dinilai sebagai langkah baru dalam meningkatkan kualitas pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di daerah.

Ruas jalan yang menghubungkan jalan nasional dengan sejumlah desa di Kecamatan Tamalatea itu memiliki peran strategis bagi mobilitas masyarakat. Perbaikannya diharapkan dapat memperlancar akses transportasi, mempersingkat waktu tempuh, serta mendukung aktivitas sosial dan perekonomian warga.
Salah seorang pemuda, Subair, menilai penggunaan geotekstil dalam pekerjaan tersebut sebagai perkembangan positif dalam penerapan teknologi konstruksi jalan di Kabupaten Jeneponto.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak semestinya hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga harus mengutamakan kualitas konstruksi dan ketahanan jalan dalam jangka panjang.
“Saya menganggap ini sebagai sejarah baru penggunaan material geotekstil dalam proses perbaikan jalan di Kabupaten Jeneponto. Semoga ini menjadi langkah perubahan metode pekerjaan infrastruktur jalan ke arah yang lebih baik, khususnya dalam memperhatikan kualitas dan umur konstruksi,” ungkap Subair.
Meski memberikan apresiasi, Subair mengingatkan agar penggunaan material geotekstil tetap dibarengi dengan pelaksanaan pekerjaan yang sesuai standar dan ketentuan teknis.
Ia berharap seluruh material yang digunakan memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan, proses pengerjaan mengikuti petunjuk teknis, serta penyelesaian proyek berjalan sesuai jadwal.
“Semoga dalam proses pelaksanaan perbaikan ruas jalan ini tetap sesuai dengan aturan dan petunjuk teknis yang berlaku, penggunaan material sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan, serta penyelesaian pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditentukan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Subair berharap Dinas terkait bersama Pemerintah Kabupaten Jeneponto dapat menjadikan pekerjaan ruas Jalan Pammanjengang–Embo sebagai bahan evaluasi sekaligus tolok ukur dalam meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur jalan di daerah.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak cukup diukur dari panjang jalan yang berhasil diperbaiki. Lebih dari itu, kualitas hasil pekerjaan, ketahanan konstruksi, ketepatan penggunaan anggaran, serta manfaat yang dirasakan masyarakat juga harus menjadi perhatian utama.
Ia menegaskan, apresiasi terhadap penerapan metode konstruksi baru harus berjalan beriringan dengan pengawasan dan kontrol kualitas.
Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan jalan yang selesai dikerjakan, tetapi juga infrastruktur yang berkualitas, aman, dan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.






