CAKRAWLAINFO.CO.ID, JENEPONTO – Warga di sekitar Dermaga Tanrusampe Timur, Kelurahan Pabiringa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan dibuat geger pada Sabtu (8/8/2026) malam.
Satu unit kapal laut yang merupakan kapal latih/praktek milik SMK Negeri 3 Kelautan Kabupaten Jeneponto dilaporkan terbakar hebat.
Insiden mencekam ini terjadi sekitar pukul 20.00 WITA saat kapal sedang berlabuh di dermaga setempat.
Kapolsek Binamu, AKP Sukardi membenarkan adanya peristiwa kebakaran kapal praktek milik sekolah kejuruan tersebut.
“Benar telah terjadi kebakaran satu unit kapal latih milik SMK Negeri 3 Kelautan Jeneponto di Dermaga Tanrusampe Timur,” ujar AKP Sukardi saat dikonfirmasi.
Aparat kepolisian bersama tim pemadam kebakaran langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga yang melihat kobaran api.
Menurut AKP Sukardi, runtutan kejadian kebakaran kapal tersebut berlangsung sangat cepat.
Kobaran api pertama kali terlihat membakar badan kapal latih yang sedang bersandar menghadap ke arah barat di sisi timur dermaga.
Dua unit armada Damkar Kabupaten Jeneponto bersama personel piket Polsek Binamu tiba di TKP. Petugas langsung melakukan pemadaman darurat dibantu oleh warga sekitar lokasi.
Setelah berjuang lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya. Petugas Damkar kemudian meninggalkan lokasi kejadian.
Mengenai penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian hingga kini masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut.
Namun, berdasarkan pengamatan awal di lapangan, titik api diduga kuat pertama kali muncul dari bagian bawah lambung kapal.
“Api diduga berasal dari bawah lambung, kemudian dengan cepat membesar dan melahap bagian kamar, ruang kemudi, serta bagian samping kanan kapal,” jelas AKP Sukardi.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi dari warga sekitar dermaga, kapal latih milik SMKN 3 Kelautan Jeneponto tersebut ternyata sudah lama tidak dioperasikan.
Kapal tersebut diketahui sudah lego jangkar di Dermaga Tanrusampe Timur selama kurang lebih lima tahun terakhir. Selama itu pula, kapal tersebut tidak pernah difungsikan lagi untuk kegiatan praktek ataupun simulasi berlayar para siswa SMK.
Polsek Binamu memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini mengingat kondisi kapal yang sedang kosong tanpa awak.
Meski demikian, kerugian materiil yang dialami pihak sekolah ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
“Korban jiwa nihil. Untuk kerugian materil ditaksir mencapai sekitar Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah),” pungkas AKP Sukardi.
Kondisi terakhir kapal dilaporkan mengalami kerusakan parah pada bagian lambung bawah, ruang kamar, ruang kemudi, hingga lambung bagian kanan. Saat ini bangkai kapal masih berada di posisi semula dan situasi di TKP dipastikan sudah aman serta kondusif.






