CAKRAWALAINFO.CO.ID, KOTABARU – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (ITP) mencatatkan kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Didorong permintaan semen domestik serta cuaca kering yang mempercepat aktivitas konstruksi nasional, perseroan berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 22,5 persen secara year‑on‑year (YoY) menjadi Rp1,30 triliun per 30 September 2026, naik dibandingkan Rp1,06 triliun pada periode yang sama tahun lalu, Rabu (4/11/2026).
Lonjakan laba tersebut ditopang ekspansi volume penjualan total sebesar 9,0 persen menjadi 15,75 juta ton (termasuk klinker). Penjualan domestik tumbuh 7,6 persen menjadi 15,09 juta ton dengan pangsa pasar terjaga 29,3 persen; semen curah naik 12,6 persen dan semen kantong naik 5,9 persen. Sementara ekspor melonjak 55,9 persen menjadi 660 ribu ton, mendorong pendapatan neto perseroan naik 8,9 persen menjadi Rp14,07 triliun.
Meskipun beban pokok pendapatan dan beban usaha ikut naik seiring kenaikan volume penjualan, optimisasi pos keuangan berhasil mendorong EBITDA tumbuh 14,6 persen menjadi Rp2,82 triliun. Pendapatan keuangan‑neto meroket 797 persen menjadi Rp20,4 miliar serta laba neto entitas asosiasi naik 109,6 persen menjadi Rp49,8 miliar. Posisi kas dan setara kas perseroan pun tetap sehat mencapai Rp4,7 triliun.
Manajemen tetap waspada terhadap tekanan marjin akibat biaya energi global, fluktuasi nilai tukar, serta potensi perlambatan konstruksi saat musim hujan tiba. Untuk mengantisipasi hal itu, Indocement akan terus menggenjot efisiensi operasional, penggunaan bahan bakar alternatif, serta penyesuaian harga jual guna menjaga keberlanjutan kinerja ke depan.







