CAKRAWALAINFO. CO. ID, MAROS — Ketua DPD Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan, Akbar Hasan Noma Dg Polo, mendesak Kapolres Maros AKBP Devi Sujana mengevaluasi kinerja Kapolsek Moncongloe beserta jajaran penyidik yang menangani kasus dugaan pembegalan dan perusakan mobil miliknya yang hingga kini belum memberikan kepastian hukum selaku korban.
Akbar bahkan menantang Kapolres Maros mengambil langkah tegas apabila penanganan kasus tersebut tidak menunjukkan perkembangan yang jelas meski telah berlangsung berbulan-bulan.
Peristiwa itu dialami Akbar saat hendak pulang setelah melakukan peliputan kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di Hotel Claro Makassar.
Akibat kejadian tersebut, mobil yang digunakannya mengalami kerusakan, termasuk pada kaca belakang dan bagian mesin kendaraan.
“Sudah berbulan-bulan sejak kejadian, tetapi kami belum mendapatkan kejelasan terkait pengungkapan kasus ini. Kami meminta Kapolres Maros mengevaluasi Kapolsek Moncongloe dan jajaran yang menangani perkara tersebut,” tegas Akbar.
Polisi Diminta Serius, Jangan Biarkan Kasus Berlarut-larut
Akbar menilai belum adanya kepastian yang diterimanya sebagai korban menimbulkan pertanyaan mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut.
Ia meminta kepolisian menyampaikan penjelasan mengenai langkah penyelidikan yang telah dilakukan, termasuk upaya mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
“Kami merasa penanganan kasus ini belum memberikan kepastian bagi korban. Jangan sampai masyarakat yang mencari keadilan justru merasa diabaikan. Kami berharap Kapolres Maros turun tangan dan memastikan perkara ini ditangani secara profesional,” ujarnya.
Menurut Akbar, desakan evaluasi tersebut bukan semata-mata menyangkut persoalan pribadi, melainkan juga berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum serta perlindungan keamanan warga.
Terpisah, saat dikonfirmasi mengenai perkembangan perkara tersebut, pihak Kapolsek Moncongloe dan jajaran yang disebutkan dalam konfirmasi menyampaikan bahwa proses pencarian masih berlangsung dan meminta korban bersabar.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian Akbar yang berharap penyelidikan segera membuahkan hasil dan memberikan kepastian hukum.
Desak Bupati Maros Segera Pasang CCTV di Moncongloe
Selain mendesak evaluasi terhadap jajaran kepolisian, Akbar juga meminta Bupati Maros mendorong pemasangan kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) di sejumlah titik strategis di Kecamatan Moncongloe.
Menurutnya, pemasangan CCTV dapat menjadi salah satu langkah pencegahan tindak kriminal sekaligus membantu proses identifikasi apabila terjadi tindak pidana.
“Kami meminta dengan hormat kepada Bupati Maros agar segera memprioritaskan pemasangan CCTV di wilayah Moncongloe. Jangan menunggu sampai ada korban berikutnya. Keamanan masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” kata Akbar.
Ia menilai penguatan pengawasan lingkungan perlu dibarengi dengan patroli kepolisian, penerangan jalan yang memadai, serta pemetaan titik-titik rawan kriminalitas.
Akbar juga menyoroti keresahan masyarakat terhadap aksi pembegalan dan kekerasan jalanan yang dikhawatirkan mengancam keselamatan warga di Makassar dan wilayah sekitarnya.
Ia menegaskan bahwa penegakan hukum harus berfokus pada pihak yang terbukti melakukan tindak pidana, tanpa menggeneralisasi masyarakat berdasarkan asal daerah.
Jangan Tunggu Korban Berikutnya
Akbar berharap Kapolres Maros segera memberikan perhatian terhadap perkara yang dialaminya dan memastikan proses penyelidikan berjalan secara profesional, transparan, serta sesuai ketentuan hukum.
Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Maros dan kepolisian memperkuat langkah pencegahan kriminalitas demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasa aman saat beraktivitas, termasuk para jurnalis yang pulang menjalankan tugas peliputan. Kami berharap kasus ini mendapat perhatian serius dan tidak terus.







