CAKRAWALAINFO.CO.ID, BATAM — Pemerintah Kota Batam mengarahkan penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027 berbasis kinerja dan manfaat, di mana setiap program diwajibkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hal itu disampaikan Wali Kota Amsakar Achmad dalam Rapat Paripurna DPRD, Rabu (7/10/2026), saat menyampaikan jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi.
Amsakar mengapresiasi masukan DPRD sebagai bahan penyempurnaan anggaran dengan tetap mengacu pada KUA-PPAS dan kemampuan keuangan daerah.
“Keberhasilan APBD diukur dari kualitas hasil yang diterima masyarakat,” ujar Amsakar. Penganggaran akan dijalankan secara efektif, efisien, akuntabel, dan setiap perangkat daerah wajib memiliki target, indikator, jadwal, serta sistem pemantauan yang jelas.
Sejumlah sektor menjadi fokus utama:
– Infrastruktur: pembangunan jalan, jembatan, sekolah, dan akses wilayah diperluas hingga kawasan hinterland dengan mempertimbangkan urgensi, kualitas, serta keberlanjutan pemeliharaan.
– Penanganan Banjir & Sampah: dilakukan secara terpadu mulai dari drainase, normalisasi, pembangunan TPS 3R, penambahan armada pengangkutan, hingga pengelolaan TPA, mencakup seluruh kecamatan.
– Pendidikan: bantuan seragam, beasiswa, ruang kelas baru, dan peningkatan kompetensi guru.
– Kesehatan: penguatan cakupan UHC, perbaikan sarana puskesmas & RSUD, pemenuhan tenaga serta obat.
– Ekonomi & Kesempatan Kerja: pelatihan tenaga kerja, penguatan UMKM, dan kesepakatan dengan 30 perusahaan agar minimal 20% rekrutmen diserap tenaga kerja lokal.
“Keberhasilan tidak dinilai dari besarnya anggaran terserap, melainkan dari berkurangnya titik banjir, turunnya angka kemiskinan, terbukanya lapangan kerja, serta pemerataan layanan dasar bagi seluruh warga,” tegas Amsakar.
Pembahasan Ranperda APBD 2027 diharapkan berlangsung konstruktif dan tepat waktu agar anggaran yang ditetapkan realistis, sesuai aturan, serta mampu mendorong kemajuan Batam.







