Dantim Resmob Mengaku Marah dan Kecewa, Perlakuan Tak Pantas ke Kasat Reskrim, LAKI Demo Polres Jeneponto

CAKRAWALAINFO.CO.ID,JENEPONTO  –Beredar video anggota resmob polres Jeneponto Aiptu Abdul Rasyad marah di depan massa aksi demo. Jeneponto Sulawesi Selatan (18/08/26).

 

Diketahui Laskar  anti korupsi indonesia atau LAKI bersama lembaga lainnya berdemo menuntut penuntasan salah satu kasus penganiayaan yang menurut narasi narator demonstran, ada terduga pelaku yang belum diamankan sehingga menuntut kasat reskrim polres Jeneponto di copot.

 

Tuntutan copot kasat reskrim dan ada salah satu peserta demo yang menunjuk tajam ke kasat reskrim inilah yang di duga memicu amarah dantim resmob polres Jeneponto memuncak.

 

“Kami sudah terima massa aksi dengan baik bahkan kasat reskrim kami bersedia hadir menemui mereka tapi ada perlakuan peserta aksi yang kami nilai kurang pantas kepada kasat reskrim sehingga saya marah,”konfir Aiptu Abdul Rasyad.

 

Hal itu disampaikan dantim resmob saat dikonfirmasi, pihaknya juga menilai tuntutan copot kasat reskrim terlalu berlebihan mengingat deretan prestasi kasat AKP Nurman Matasa di polres Jeneponto cukup baik.

 

“Saya tidak marah kepada siapapun, saya hanya kecewa dengan narasi pencopotan kasat yang saat ini telah berkinerja baik, dan perlakuan tidak sopan kepada kasat kami”tambahnya. Rabu 19/08/26.

 

Kesaksian dantim resmob terhadap kinerja kasat AKP Nurman bukan tanpa dasar, sejumlah aktivis yang sering bersentuhan dengan satuan reskrim berkomentar senada dengannya.

 

“Belum ada celah bagi kasat reskrim Jeneponto soal perhatian komunikasi selama ini, beliau responsif dan menurut saya sangat hati-hati dalam mengambil keputusan setiap perkara,”ucap YG salah satu aktivis.

 

Pernyataan sama oleh salah satu tokoh pemuda inisial RJ menilai kasat AKP Nurman yang menyandang gelar master hukum di yakini setiap kebijakan hukumnya selalu presisi.

 

Kehati-hatian AKP Nurman Matasa dalam menyikapi setiap perkara inilah yang di nilai banyak orang lamban, padahal ketepatan langkah hukum bagi penyidik jauh lebih utama dibanding sekedar mengejar nama yang berpotensi merugikan banyak pihak nantinya.

 

“Saya setuju kinerja kasat cukup baik, dan ini sering dianggap lamban karena beliau setahu saya sangat hati-hati dalam menyikapi setiap perkara, selain itu responsif beliau saat komunikasi juga yang paling utama,”tegas RJ.

 

Sementara kasat rekrim polres Jeneponto AKP Nurman Matasa ,.SH.,MH saat dikonfirmasi mengatakan marahnya dantim resmob itu spontanitas dengan satuasi dilapangan, namun pihaknya secara terbuka memohon maaf atas kejadian tersebut dan pihaknya bahkan mengucapkan terima kasih sebab menurutnya kritikan demonstrasi dari lembaga tersebut sebagai masukan yang positif.

 

“Marahnya dantim resmob itu spontanitas dan insha Allah kritikan ini juga sekaligus sebagai masukan positif untuk kami di reskrim,”ucapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *