CAKRAWALAINFO.CO.ID, JENEPONTO – Dapur SPPG Jeneponto Bontoramba 2, Yayasan Maya Queen, kini menjadi sorotan publik.
Baru sebulan beroperasi, dapur ini sudah mampu memproduksi ribuan porsi makanan bergizi untuk sekolah-sekolah di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Berlokasi di Dangko, Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Bontoramba, dapur tersebut strategis karena berada di jalur penghubung Bontoramba–Tamalatea.
Aktivitas produksi berjalan nyaris tanpa henti, dengan pekerja yang sibuk mempersiapkan, memasak, hingga mendistribusikan makanan.
Kepala SPPG Jeneponto Bontoramba 2, Sapriadi, menyebut dapur ini menyerap hingga 50 tenaga kerja.
Mereka terbagi dalam berbagai bagian, mulai dari persiapan bahan, pengolahan, pemorsian, pengemasan, distribusi, hingga kebersihan.
Sejak awal beroperasi, kapasitas produksi dapur terus meningkat.
“Kalau di awal 3.028 porsi, sekarang sudah mencapai 3.151 porsi per hari,” ungkap Sapriadi.
Makanan tersebut didistribusikan ke 28 sekolah serta kelompok B3, yakni ibu hamil, menyusui, dan balita non-PAUD.
Sapriadi memastikan dapurnya tidak hanya mengejar jumlah, tetapi juga kualitas.
Saat ini, pihaknya sedang mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan menjadi dapur pertama di Jeneponto yang mengajukan sertifikasi tersebut.
“InsyaAllah akhir bulan ini sudah selesai,” ujarnya optimistis.
Kebersihan dan rantai pasok juga menjadi perhatian utama. Sapriadi menegaskan semua bahan dipasok dari supplier tetap untuk menjaga standar dan menghindari pembelian di luar.
Dinas Kesehatan Jeneponto pun sebelumnya telah melakukan survei dan menilai dapur layak beroperasi.
Ahli Gizi SPPG Bontoramba 2, Dina Eka Novianti, menambahkan setiap menu disusun sesuai standar gizi yang berlaku.
Mulai dari penerimaan bahan, pengolahan, hingga penyimpanan makanan dilakukan dengan ketat agar terhindar dari risiko kontaminasi.
Distribusi makanan pun diatur agar tidak lebih dari dua jam sejak dikemas hingga sampai ke sekolah.
Proses produksi dimulai pukul 22.00 Wita, pengemasan dilakukan sekitar pukul 03.00 dini hari, dan sebelum pagi makanan sudah dikirim ke sekolah-sekolah.
Dina memastikan setiap menu dihitung kandungan kalori dan proteinnya sesuai juknis pemerintah.
“Alhamdulillah, sejauh ini belum ada keluhan dari sekolah maupun masyarakat. Ke depan, kami berharap dapur ini bisa memperluas layanan ke lebih banyak sekolah di Jeneponto,” pungkasnya. (*/)












