CAKRAWALAINFO.CO.ID, BONE – Lahan pekarangan di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone, kembali dimanfaatkan secara produktif. Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek bersama mahasiswa Universitas Hasanuddin menanam 1.300 bibit cabai, tomat, dan terong pada Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini merupakan langkah awal menghidupkan kembali program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang sempat terhenti, sekaligus menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah daerah dan mahasiswa.
Bantuan bibit berasal dari dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Bone. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan menyerahkan 1.000 bibit, sementara Dinas Ketahanan Pangan menambahkan 300 bibit. Acara ini dihadiri oleh Camat Barebbo, Kepala Desa Kajaolaliddong, Ketua BPP Kecamatan Barebbo, Ketua BPD, perwakilan kelompok tani, serta Kepala Subdirektorat Kelembagaan Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan Unhas.
Yang membuat kegiatan ini istimewa adalah penggunaan pupuk kompos yang berasal dari program Mannennungeng: Smart Hydro Loop. Pupuk organik tersebut merupakan hasil dari program Pabbura Mannennungeng, yang mengolah limbah pertanian dan peternakan menjadi kompos berkualitas. Integrasi antara program Desa Berkarya dan Mannennungeng menunjukkan bahwa program pemberdayaan mahasiswa dapat saling mendukung dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bone, Nurdin, S.P., M.Si. , menyatakan apresiasinya. “Kami mendukung penuh kegiatan ini karena melibatkan berbagai pihak. Bibit yang kami berikan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan pekarangan dan memperkuat ketahanan pangan keluarga. Kami juga merasa senang karena pupuk kompos dari program mahasiswa langsung dimanfaatkan oleh KWT,” ujarnya.
Camat Barebbo, Andi Yusuf, S.STP., M.Si. , menegaskan dukungan pemerintah kecamatan. “Kami berharap program seperti ini terus berlanjut dan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Barebbo,” tuturnya.
Muhammad Irdam Ferdiansah, S.E., M.Acc., Ph.D., Ak., CA. , selaku Kepala Subdirektorat Kelembagaan Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan Unhas, menyampaikan kebanggaannya. “Mahasiswa Unhas tidak hanya berteori, tetapi benar-benar turun ke lapangan. Mereka belajar dari masyarakat, memahami kearifan lokal, dan ikut membangun ketahanan pangan dari tingkat desa. Ini adalah pengalaman berharga yang tidak bisa didapatkan di ruang kelas,” ujarnya.
Ketua Tim Desa Berkarya, Muhammad Akbar, menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak. “Kami sangat terbantu oleh bantuan bibit dari dinas dan pupuk kompos dari Tim Mannennungeng. Semoga hasil panen nanti bisa dirasakan langsung oleh KWT Anggrek,” katanya.
Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menekankan pentingnya keberlanjutan program. “Kami ingin kegiatan ini menjadi awal yang baik bagi KWT dan memperkuat sinergi antarmahasiswa dalam satu desa binaan,” ujarnya.
Sementara itu, Fadel Muhammad S. , Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026 yang mewakili program Mannennungeng, menambahkan bahwa pupuk kompos yang digunakan merupakan hasil pelatihan yang telah diberikan kepada masyarakat. “Kami bersyukur karena pupuk kompos dari program Mannennungeng dapat langsung dimanfaatkan oleh KWT Anggrek. Ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan yang kami bangun benar-benar berkelanjutan,” tuturnya.
Kegiatan penanaman ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan kemandirian petani dan ketahanan pangan keluarga melalui pendekatan terintegrasi dan berkelanjutan. Dengan sinergi antara program Desa Berkarya dan Mannennungeng, masyarakat diharapkan tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mengelola lahan pekarangan secara mandiri demi kesejahteraan jangka panjang.






