CAKRAWALAINFO.CO.ID-JENEPONTO: Ratusan warga Desa Kareloe, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten jeneponto turun ke jalan menolak rencana pembangunan Batalyon, Mereka menggelar aksi di depan kantor bupati jeneponto, Rabu (10/06/2026), sebagai bentuk penegasan bahwa proyek tersebut tidak mendapat persetujuan warga.
Penanggung jawab aksi menyampaikan dalam surat edaran bahwa, Wilayah yang di rencanakan untuk batalyon tersebut adalah lahan pertanian produktif yang menjadi tumpuan ekonomi dan pemenuhan pangan masyarakat, alih fungsi lahan akan mematikan sumber pencarian utama masyarakat.
“Pembangunan skala besar di kawasan tersebut berpotensi merusak ekosistem dan memicu krisis lingkungan serta berisiko menciptakan konflik agraria antara masyarakat dan institusi,” ujar Nurul Imam Rahman

Lanjut Imam, Masyarakat setempat lebih membutuhkan pembangunan fasilitas penunjang Kesejahteraan sipil seperti infrastruktur pendidikan kesehatan dan jalan
“Rancangan ini di lakukan tanpa adanya transparansi dan melakukan dialog bermakna serta tidak mendapatkan persetujuan dari masyarakat yang terdampak langsung,”tutupnya
Adapun tuntutan yang di sampaikan adalah:
1. Mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera membatalkan izin dan menghentikan seluruh proses perencanaan hingga eksekusi pembangunan batalyon.
2. Mendesak panglima TNI untuk mengevaluasi ulang rencana penempatan batalyon dan memproritaskan fungsi lahan untuk kepentingan kesejahteraan petani
3. Mendesak DPR-RI/DPRD untuk menjalankan fungsi pengawasan dan berpihak kepada aspirasi masyarakat dan bersama-sama menolak wacana pembangunan batalyon tersebut
4. Tegakkan Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945
Dalam aksi tersebut, Warga mengendarai 4 unit mobil truck, 2 unit mobil pickup dan puluhan sepeda motor menuju titik aksi di kantor bupati jeneponto sambil membawa alat pertanian seperti, “Cangkul” Setibanya di depan kantor bupati jeneponto, hanya Kasat POL-PP (Kasatpol) yang hadir untuk menerima aksi Solidaritas Masyarakat Desa Kareloe.
Penulis: Usman s






