Berita  

Evakuasi Kobra 3 Meter di Gowa, Petugas Damkar Berjuang Satu Jam

Evakuasi Kobra 3 Meter di Gowa, Petugas Damkar Berjuang Satu Jam. (Foto: Isimewa)

CAKRAWLAINFO.CO.ID, GOWA– Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, melakukan operasi yang tidak biasa pada Jumat sore (19/9). Bukan untuk memadamkan api, melainkan mengevakuasi seekor ular kobra sepanjang tiga meter dari rumah warga di Dusun Biri, Desa Pattalasang.

Momen menegangkan terekam kamera warga. Terlihat tubuh ular kobra berwarna hitam pekat keluar dari mesin air dengan lidah menjulur, seolah siap menyerang siapa pun yang mendekat. Proses evakuasi berlangsung hampir satu jam karena ular bersembunyi di celah sempit.

Sekretaris Damkar Gowa, Muhammad Said, mengatakan ini adalah pengalaman pertama pihaknya berhadapan langsung dengan kobra. “Kalau dilihat panjangnya tidak kurang dari tiga meter. Ular jenis ini berbisa mematikan dan sangat berbahaya bagi masyarakat,” ungkap Said saat dikonfirmasi di Markas Damkar Gowa.

Untuk mengevakuasi ular, petugas menggunakan peralatan khusus penanganan reptil, seperti penjepit besi, stik tabung, dan sarung tangan tebal. Namun, saat dipindahkan ke boks plastik, kobra kembali agresif dan berusaha meloloskan diri dengan mendesis serta mengangkat lehernya. Beberapa petugas bahkan sempat panik sebelum akhirnya ular bisa diamankan.

Menurut keterangan warga, kobra tersebut diduga bukan satwa liar. Ada kemungkinan ular berasal dari peliharaan yang terlepas dan kemudian berkembang biak di sekitar permukiman. “Ada laporan masih ada anak-anak kobra di lokasi. Itu jelas berbahaya bagi warga,” kata Said.

Untuk sementara, ular kobra dititipkan di markas Damkar sebelum diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Selatan.

Fenomena kemunculan ular berbisa di pemukiman diduga dipengaruhi dua faktor: perdagangan ilegal reptil seperti kobra, piton, dan biawak, serta semakin sempitnya habitat satwa liar akibat pembangunan perumahan di area persawahan dan perkebunan. Kondisi ini membuat ular berisiko masuk ke lingkungan warga.

Evakuasi kobra di Gowa menjadi peringatan serius, apalagi jika benar ular tersebut telah berkembang biak. Damkar memang berpengalaman menangani ular sanca atau piton, tetapi keberadaan kobra membutuhkan kewaspadaan ekstra.

“Masyarakat jangan mencoba menangkap sendiri jika menemukan ular berbisa. Segera hubungi Damkar agar penanganannya lebih aman,” imbau Said.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *