*Manfaatkan Lahan Sempit, Mahasiswa KKN Unhas Ajak Warga Lawawoi Bertani Hidroponik Tanpa Pestisida*

CAKRAWALAINFO.CO.ID, MAKASSAR — Keterbatasan lahan pekarangan bukan menjadi penghalang untuk bercocok tanam dan memenuhi kebutuhan pangan sehat keluarga. Hal inilah yang ditekankan oleh Indri Septiani, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin, dalam sosialisasi pertanian modern di Kelurahan Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.( 28/1/2026.

 

Indri, mahasiswa Fakultas Pertanian Unhas, memperkenalkan metode budidaya tanaman hidroponik skala rumah tangga kepada warga setempat. Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat bahwa menanam sayuran berkualitas bisa dilakukan di mana saja, bahkan tanpa menggunakan media tanah yang luas.

 

Dalam pemaparannya, Indri menyoroti keunggulan utama dari metode ini selain hemat lahan, yaitu hasil panen yang jauh lebih sehat dan aman dikonsumsi. Ia menekankan bahwa sistem hidroponik rumahan ini tidak menggunakan pestisida kimia dalam perawatannya.

 

“Selain praktis di lahan sempit, poin paling penting adalah kesehatannya. Dengan menanam sendiri secara hidroponik, ibu-ibu bisa memastikan sayuran yang dimakan keluarga benar-benar segar dan bebas dari residu pestisida atau bahan kimia berbahaya lainnya yang sering dikhawatirkan pada sayuran pasar,” jelas Indri.

 

Indri menjelaskan konsep dasar hidroponik yang memanfaatkan air bernutrisi sebagai media tumbuh utama. Teknik ini sangat cocok diterapkan oleh ibu-ibu rumah tangga karena perawatannya yang relatif bersih, mudah dikontrol, dan bisa mempercantik pekarangan rumah.

 

Metode ini juga bisa dilakukan dengan biaya murah, misalnya dengan memanfaatkan barang-barang bekas di sekitar rumah sebagai wadah tanam. Fokus utama sosialisasi ini adalah membangun kesadaran warga tentang pentingnya kemandirian pangan keluarga melalui teknik pertanian yang modern, efisien, dan higienis.

 

Antusiasme warga terlihat dari diskusi yang berkembang mengenai cara meracik nutrisi tanaman yang tepat serta teknik pengendalian hama secara alami tanpa bahan kimia.

 

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi warga Lawawoi untuk memulai gaya hidup sehat dengan memproduksi sendiri sayuran organik dari pekarangan rumah mereka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *