CAKRAWALAINFO.CO.ID, GOWA– Seorang remaja berinisial BH (14) diamankan aparat kepolisian setelah diduga menghabisi nyawa rekannya, FA (15), dalam peristiwa berdarah yang terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Korban meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk saat keduanya terlibat perkelahian.
Insiden tersebut terjadi di Desa Bontolempangan, Kecamatan Bontolempangan, pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku dan korban diketahui telah bersepakat untuk bertemu di lokasi kejadian guna menyelesaikan persoalan mereka dengan berkelahi.
“Kejadian ini berawal dari adanya janji bertemu antara pelaku dan korban untuk berkelahi. Saat pertemuan itu terjadi penganiayaan yang berujung pada pembunuhan menggunakan senjata tajam,” ujar Kanit Reskrim Polresta Gowa, AKP Muhalis kepada wartawan, Senin (13/7/2026).
Muhalis menjelaskan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan pelaku diduga menyimpan rasa dendam terhadap korban. Pelaku mengaku kerap menerima ajakan berkelahi dari korban. Selain itu, kakak perempuan pelaku juga disebut sering mengalami teror yang diduga berkaitan dengan korban.
“Menurut pengakuan pelaku, korban sering mengajak berkelahi dan kakak perempuannya juga merasa sering diteror. Itu yang kemudian memicu pelaku menyimpan rasa dendam,” katanya.
Saat pertemuan berlangsung, pertikaian antara keduanya tidak dapat dihindari. Dalam perkelahian tersebut, pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam dan menusuk korban hingga mengenai bagian dada.
Akibat luka yang diderita, korban tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.
“Korban mengalami luka di bagian dada yang diduga akibat tusukan senjata tajam,” jelas Muhalis.
Usai kejadian, polisi bergerak cepat mengamankan pelaku untuk menjalani proses hukum. Selain itu, penyidik juga menyita senjata tajam yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut sebagai barang bukti.
“Pelaku dan barang bukti sudah diamankan dan saat ini perkara masih dalam tahap penyidikan,” pungkas Muhalis.
Hingga kini, Satreskrim Polresta Gowa masih mendalami kronologi serta motif secara menyeluruh, termasuk mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna melengkapi proses penyidikan.





