Tim Pegasus Polres Jeneponto Ringkus Pelaku Penikaman Istri yang Tolak Jenguk Mertua dan Lebaran di Kampung

  • Bagikan

CAKRAWALAINFO.CO.ID, JENEPONTO – Resmob Polres Jeneponto, Sulawesi Selatan, berhasil menangkap Rendi (42) di Kabupaten Takalar. Rendi tega menikam istrinya, Erni (32) karena menolak diajak menjeguk mertua yang lagi sakit.

Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Supriadi mengatakan, pelaku ditangkap di rumah keluarganya di Dusun Bontoparang, Desa Bontoparang, Kecamatan Mangarabombang, Takalar, pada Sabtu (15/6) sekitar pukul 12.30 wita.

“Berdasarkan dengan adanya Laporan Polisi (LP) Tim Pegasus Resmob Polres Jeneponto melakukan serangkaian penyelidikan dan pullbaket sehingga di peroleh informasi terkait keberadaan pelaku yang melarikan diri ke Kabupaten Takalar,” jelasnya.

Dia menjelaskan, pelaku tidak melakukan perlawanan saat dibawa ke dalam mobil. Polisi selanjutnya mencari barang bukti yang digunakan untuk menikam korban.

Kata dia, badik tersebut di sembunyikan pelaku di rumah orang tuanya di Dusun Ballabarisi, Desa Pallantikang, Kecamatan Bangkala Barat, Jeneponto.

“Pelaku menyembunyikan barang bukti berupa badik di dalam lemari di rumah orang tua pelaku,” ungkapnya.

Hasil introgasi, pelaku mengakui perbuatannya. Dia menikam istrinya secara berulang kali. Hal itu ia lakukan karena sudah tersulut emosi setelah ajakannya di tolak.

“Pelaku pada saat melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap korban pelaku dalam pengaruh minuman keras,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Rendi (42) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), nekat menikam istrinya hingga tak sadarkan diri. Aksi itu dipicu karena Erni (33) menolak diajak menjeguk mertua yang lagi sakit.

“Terduga pelaku mengajak korban untuk menjenguk orang tua yang lagi sakit selanjutnya untuk lebaran di kampung halaman di rumah orang tua pelaku di Kecamatan Bangkala,” kata Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Supriadi Anwar kepada wartawan, Sabtu (15/6/2024).

Aksi penikaman tersebut terjadi pada Jumat (14/6) sekitar pukul 20.00 Wita, di Lingkungan Bontorea, Kelurahan Tonrokassi Timur, Kecamatan Tamalatea. Pelaku saat itu dalam pengaruh minuman keras.

“Namun korban tidak mau dan menolak sehingga pelaku yang dalam pengaruh minuman keras marah dan emosi sehingga melakukan KDRT,” jelasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan