#

Terkesan Diabaikan, Tanggul Tamarunang Jeneponto Ancam Pemukiman Warga

  • Bagikan

CAKRAWALAinfo.id, JENEPONTO–Kondisi tanggul yang rusak parah di bibir pantai Tamarunang, Kelurahan Pabiringa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan dikeluhkan oleh warga setempat.

Pasalnya, tanggul yang dibuat saat era pemerintahan Almarhum Bupati Radjamilo itu rusak parah hingga saat ini belum juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Sehingga dapat mengancam pemukiman warga hingga berpotensi menelan korban jiwa hingga kerugian materil.

Dari pantauan wartawan di lokasi, Kamis, (16/9/2021) kemarin, tampak bongkahan batu besar bekas tanggul berserakan di bibir pantai.

Tanggul dengan panjang sekitar 2 kilometer tersebut disinyalir bebatuannya terbawa arus ke dasar lautan sehingga nelayan maupun petambak rumput laut harus berhati-hati apabila hendak melaut.

Menurut Syamsuni, salah satu warga mengatakan jika keluhannya itu didasari mengingat musim penghujan akan tiba.

“Memasuki musim hujan dengan intensitas tinggi bisa mengakibatkan gelombang air laut yang besar kedaratan yang sewaktu-waktu dapat mengancam pemukiman warga yang bisa mengakibatkan potensi korban jiwa hingga kerugian materil,” ujar Syamsuni kepada wartawan, Sabtu, (19/9/2021).

Ia juga menuturkan bahwa gelombang air laut yang kerap muncul selama musim hujan tiba biasanya mempunyai ketinggian beberapa meter dari permukaan air laut yang semestinya.

“Biasanya kalau musim hujan tiba ketinggian air laut bisa mencapai 2 hingga 3 meter. Seandainya tanggul itu masih kokoh dan utuh kemungkinan air laut tidak akan meluap kedaratan sehingga potensi berbahaya tersebut tidak akan terjadi. Kalau pun meluap kemungkinan potensinya ringan atau sedang,” jelasnya.

Selain membahayakan pemukiman warga, air laut yang kerap meluap kedaratan juga akan berpotensi mengerus tanah yang berada di daratan.

“Bisa saja air laut yang meluap juga akan berpotensi abrasi di daratan sehingga dikhawatirkan akan rata dengan permukaan laut,” tegasnya.

Ia sangat menyayangkan bahwa pantai Tamarunang tak di perhatikan. Padahal, destisnasi pantai tamarunang ini berpotensi menjadi sektor pendapatan daerah khususnya warga.

“Tentunya, saya sangat sayangkan Pemerintah Jeneponto karena kurang peka dan kurang perhatian. Apa lagi lokasi ini adalah destinasi wisata yang semestinya pemerintah lebih jelih melihat potensi yang lebih besar untuk mendatangkan para pelancong luar hingga lokal. Namun, bisa kita lihat secara kasat mata pantai ini sungguh tidak layak,” terangnya.

Bahkan, kata dia, Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar bersama istrinya pernah berkunjung ke lokasi ini pasca mereka dinyatakan negatif corona. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian, apakah akan diperbaiki atau dibangun kembali.

“Bupati pernah kesini sewaktu Covid, saat itu bupati sempat berendam di dasar pantai tamarunang namun saya belum tahu persis apakah bupati memperhatikan atau tidak, yang jelas bupati bisa melihat kondisi yang tak enak dipandang mata,” katanya

“Selain bupati ada juga beberapa pejabat daerah berkunjung namun bukan untuk melihat kondisi tanggul melainkan hanya jalan-jalan sambil berfoto,” imbuhnya.

Penulis: Muhajir Aditama

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *