Tangis Guru SMPN 3 Parepare Pecah saat Adukan Kepseknya ke DPRD

  • Bagikan

CAKRAWALAINFO.CO.ID, PARE-PARE – Polemik guru dan kepala SMPN 3 Parepare jadi atensi DPRD. Dewan memanggil BKPSDMD, Disdikbud dan Inspektorat pada rapat dengar pendapat bersama guru, Jumat (125/2023).

Puluhan guru datang menyampaikan keluh kesahnya atas kelakuan Kepsek SMPN 3 Parepare Hartono. Para guru menilai selama ini, Kepseknya sudah berlaku arogan. Salah satunya, kerap mengancam mutasi guru.

Dari informasi yang dihimpun, ada sekitar 29 guru datang mengadu ke DPRD. Mereka satu-persatu menyampaikan keluh kesahnya. Sejumlah guru tak kuasa menahan tangisnya saat mengadukan kepseknya.

Salah seorang guru SMPN 3, Bania mengungkapkan kegelisahannya atas kelakuan kepsek. Bahkan dirinya sudah diancam mutasi.

“Sebenarnya saya sudah lama pak. Tapi saya lemah. Maka dari itu saya mengajukan untuk bermohon mutasi Desember lalu. Saya anggap lebih baik saya yang pergi, kalau saya di sini saya yang sakit,” keluhnya.

Bania menceritakan salah satu kelakuan kepseknya itu pernah marah dan mengancam dia segera dimutasi. Hal itu berawal dari dia diminta mengecek kelas 7.

“Beliau marah dan mengulang lagi. Beliau sempat melempar pulpennya sampai patah. Kemudian saya dipanggil ke ruangan. Saya belum duduk pak, dia bilang kau tahu siapa saya. Dia bilang sejak dulu attitude saya kurang bagus,” ungkap dia.

“Kau pilih sekolah dimana, katanya. Mumpung sekarang ada mutasi. Saya sudah tidak berpikir, saya mau mutasi. Tapi belum ada sampai sekarang. Ternyata teman-teman yang lain punya perasaan yang sama dengan saya,” lanjut nya.

Saking tertekannya, Bania bilang teman-teman guru butuh pendampingan psikolog. Ia memohon ke DPRD agar ada tindakan yang adil atas polemik itu.

“Kami hanya mohon seadil-adilnya, kami hanya memohon bimbingan untuk menjadi guru yang lebih baik ke depan. Kami tahu kami masih banyak kesalahan,” pungkas dia.

Kelakuan kepsek itu juga terungkap dalam pertemuan di DPRD. Di antaranya, kepsek pernah menuduh guru menyelewengkan uang hingga sulitnya minta tandatangan.

Ada juga guru yang tidak diberi izin saat sakit. Para guru juga mengeluhkan kepsek yang memberi tugas tanpa persetujuan guru.

Ketua DPRD Parepare Kaharuddin Kadir mengungkapkan guru SMPN 3 datang menyampaikan permasalahan di sekolahnya yang dialami selama ini.

“Kejadian ini bukan kejadian baru. Bahkan komisi dua sudah sidak dan melaporkan kepada kami,” kata Ketua DPRD Parepare Kaharuddin Kadir usai RDP.

Legislator Golkar itu mengatakan sudah mendengarkan keluhan guru. Termasuk sudah bertemu dengan kepsek.

“Kepseknya sudah mengakui dan menjelaskan semua kejadian tersebut. Termasuk kepala sekolah itu sudah memohon maaf kepada guru-guru itu,” bebernya.

Kaharuddin juga sudah menyampaikan polemik itu kepada Walikota Parepare Taufan Pawe. Kata dia, walikota juga sudah tahu kabar polemik itu.

“Tetapi kita serahkan ke walikota sebagai pejabat pembina kepegawaian untuk mengambil kebijakan terkait kasus ini,” pungkasnya. (*/Akbar)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan