Tak Terima Disebut Dapat Jatah Sapi, Kades Palajau Jeneponto Polisikan Aktivis

  • Bagikan
Ilustrasi

CAKRAWALAINFO.CO.ID, JENEPONTO  – Kepala Desa Palajau, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Indar Jaya, melaporkan Ketua HPMT, Edy Subarga ke kantor polisi.

Hal tersebut dilakukan lantaran dirinya mengaku keberatan setelah disebut mendapat jatah bantuan ternak sapi.

“Iya, karena saya mau kasus kan ini barang. Artinya saya klarifikasi sama kita karena saya tidak terima bahwa ada jatah kepala desa,” kata Indar Jaya, Jumat (2/12/2022).

Menurut dia, sapi tersebut sudah diberikan kepada kelompok ternak. Sehingga bukan lagi tanggung jawab kepala desa.

“Bukti saya kan sudah bagi-bagi. Saya sudah laporkan ke PPTK-nya. Inikan persoalan barang, inikan bukan urusan kepala desa lagi, ini urusan kelompoknya cuma dikaitkan ke saya sampai sebut nama dengan jabatan makanya saya klarifikasi sama kita,” ungkapnya.

Dia juga mengaku tidak pernah berkomunikasi dengan Edy Subarga, apalagi saling kenal.

“Sama siapa itu? Sejak kapan saya ketemu Edy? Mukannya Edy saya tidak tahu,” terangnya.

Indikasi ini muncul setelah tujuh ekor sapi yang berada dalam kandang dilaporkan hilang.

Edy menjelaskan, tujuh ekor sapi tersebut awalnya dilaporkan mati. Namun, terdapat keganjalan.

Pasalnya, kata dia, kepala Desa Palajau enggan memberikan bukti kematian sapi tersebut.

“Menurut saya, sapi yang mati di Desa Palajau diduga tidak mati, karena sampai hari ini pak desa enggang memberikan bukti kematian sapi tersebut,” jelasnya.

Edy menduga bahwa sapi tersebut telah diberikan kepada orang lain dengan dasar jatah kepala desa itu sendiri.

“Dugaan jatah. Diduga sapi tersebut tidak mati tapi di berikan kepada orang lain. Saya tidak bilang di jual, dugaannya yang jelas sapi itu tidak mati,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *