Rudapaksa Anak di Bawah Umur, Pria 50 Tahun di Tolitoli Terancam Penjara 15 Tahun, Begini Kronologinya

  • Bagikan

CAKRAWALAINFO.CO.ID, TOLITOLI – Nasri Ishaq (50) warga desa Galumpang, Kecamatan Dakopemean, Kabupaten Toli-toli harus berurusan dengan Reskrim Polres Toli-toli usai diduga melakukan rudapaksa.

Nasri Ishak diduga merudapaksa anak di bawah umur dengan bujuk rayu gaya orang manusia saat korban sedang bermain di area rumah pelaku.

Terduga pelaku langsung menarik korban masuk ke dalam rumah, selanjutnya korban di tarik paksa masuk kamar, yang saat itu rumah pelaku sepih, karna istri pelaku tidak berada di rumah.

Pada saat di kamar pelaku mengangkat korban keatas kasur, pelaku melancarkan aksinya ke korban dengan mencium pipi, bibir, dan pelaku membuka paksa celana korban.

Tak sampai disitu pria 40 tahun itu juga berusaha menyetubuhi korban.

Agar aksinya tak ketahun Nasri lantas memberi sejumlah uang ke korban agar mau tutup mulut.

Bukan sekali pelaku kembali melakukan rudapaksa pada 5 November 2023 sekitar jam 11 Siang.

Saat itu korban sedang bermain di area rumah pelaku, pelaku saat itu sedang berada di rumah walet milik nya, saat pelaku melihat korban timbul lagi gairah bejat nya untuk mengulangi perbuatan bejatnya.

Pelaku memanggil korban menuju rumah walet, setibanya korban di rumah walet pelaku menyuruh korban untuk mengamplas dinding rumah sarang walet, kemudian pelaku memberikan uang 20 ribuh rupiah, sambil mengajak korban untuk melakukan hubungan badan dengan memberikan isyarat dengan menunjukkan telunjuk tangan kanannya ke kemaluan korban.

Agar aksinya kembali tak ketahun pelaku lantas memberikan lagi uang ke korban yang jumlahnya tidak diketahui, kemudian korban setelah menerima uang tersebut korban langsung pergi.

Hal tersebut di atas terungkap saat jumpa pers yang di pimpin oleh Kasi Humas Polres Toli-toli Iptu Budi Atmojo.

Diakhir jumpa pers, Iptu Budi Atmojo mengatakan bahwa pasal yang disangkakan pasal 82 ayat (1) undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 Tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Pelaku terancam hukuman pidana penjara 5 tahun hingga 15 tahun.

Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya 1 dua lembar baju kaus kuning dan hitam 2.1 lembar celana pendek 3.1 lembar celana panjang 2 lembar cawat. (Wilda Ahmad)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan