Rehabilitasi Narkotika Bagi Warga Binaan Rutan Kelas II B Jeneponto, Ini Pesan Paris

  • Bagikan
Wakil Bupati Jeneponto Paris Yasir menghadiri pembukaan rehabilitasi narkotika bagi warga binaan Rutan Kelas II B Jeneponto

CAKRAWALAINFO.CO.ID, JENEPONTO – Pembukaan rehabilitasi narkotika bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan Rutan Kelas IIB Jeneponto, di Aula Rutan Kelas IIB Jeneponto Jalan Lingkar Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Kamis (3/2/2022).

Selaku pemerintah daerah, Wakil Bupati Jeneponto Paris Yasir mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Jeneponto menyampaikan apresiasi kepada unsur pimpinan dan segenap jajaran Lembaga Pemasyarakatan Jeneponto selaku pelaksana kegiatan, yang secara rutin aktif melaksanakan kegatan pembinaan ini.

“Tentunya hal ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Jajaran BNN-P Sulawesi Selatan,” ucap Wakil Bupati yang juga Ketua DPD Partai Nasdem Jeneponto, Paris Yasir.

Menurutnya, rehabilitasi ini dimaksudkan sebagai salah satu bentuk penguatan karakter bangsa melalui penanaman pengetahuan dan nilai-nilai sosial kepada kalangan warga binaan selaku bagian dari aset masa depan bangsa.

“Sasaran yang ingin kita capai, bahwa ketergantungan terhadap narkotika yang saat ini harus kita lawan bersama, merupakan aspek yang harus terus menerus kita perangi. Kita mengetahui bahwa narkotika menjadi ancaman kehidupan masyarakat, sehingga kita bertekad untuk menyelamatkan bangsa ini, menyelamatkan anak-cucu dan saudara-saudara kita dari dampak dan bahaya narkotika ini,” kata Paris.

Oleh karena itu, seluruh komponen bangsa terus menyerukan pentingnya kerja sama, baik dibidang pencegahan, penindakan, maupun metode rehabilitasi, dalam mencegah meluasnya peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika tersebut.

“Warga binaan pada hakekatnya layak diberikan kesempatan yang luas untuk tetap berada dalam lingkungan masyarakat. Hal ini merupakan suatu hal yang seharusnya lebih di kedepankan. Lingkungan masyarakat merupakan wahana terbaik dalam pembinaan terhadap para pelanggar hukum, pelaksanaan pembinaan sedapat mungkin memberikan ruang yang luas bagi masyarakat dan pelanggar hukum untuk saling berinteraksi,” tuturnya.

Untuk itu, kegiatan Rehabilitasi ini memiliki nilai strategis dalam mensugesti mental dan membangun moral para warga binaan khususnya bagi warga rehabilitasi narkotika.

“Saya kira sugesti yang kita harapkan adalah tumbuhnya tekad dalam diri untuk terus menjauhkan diri dari NARKOTIKA. “SAY NO To DRUGS” (Katakan tidak untuk Narkotika), dan “THINGS HEALTH NO DRUGS” (Berpikir Sehat Tanpa NARKOTIKA). Slogan ini hendaknya dijadikan sebagai sumber energi dan motivasi untuk selalu menjauhkan diri, keluarga dan lingkungan dari kejahatan Narkotika,” tegasnya.

Hadir dalam kesempatan ini, Brigjen Pol Drs.Ghiri Prawijaya, M.TH (Kepala BNN Sulsel), Edi Kurniadi, BC, IP, SH (Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Wilayah Sulsel), AKP Syahrul, SH (Kasat Narkoba Polres Jeneponto), Hamka,SH (Jaksa Fungsional Kejari Jeneponto), Hendrik (Kepala Rutan Kelas II B Jeneponto), Andi Muhammad Syarif, BC, IP, SH, M.Si (Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa), Ince M. Rizal (Kepala Rutan Kelas II B Bantaeng).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan