#

Proyek Pembangunan Pagar SMA 2 Jeneponto Diduga Tak Sesuai Standar, KPMI Sulsel Minta Dinas Pendidikan Lakukan Evaluasi

  • Bagikan

CAKRAWALAinfo.id, JENEPONTO–Departemen Investigasi KPMI Sulsel menemukan adanya proyek pembangunan pagar SMA 2 Jeneponto, yang diduga menggunakan besi tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Akibat adanya temuan itu, akhirnya para pekerja pun membongkar kembali pembangunan pagar tersebut pada Sabtu (25/09/21).

Adam Arjuna, selaku anggota Departemen Investigasi KPMI Sulsel, mengatakan, proyek pembangunan pagar SMA 2 Jeneponto telah mendapat temuan terkait adanya konstruksi pembesian yang tidak sesuai.

“Jadi ini ada yang tidak sesuai dari hasil temuan kami bahwa struktur tiang kolom yang berjumlah 28 tiang tampak di MIX atau dicampur dengan besi 10 yang ukuran sigmanya hanya mencapai 8.2 – 8.2. tidak hanya itu, struktur slop juga ditemukan di MIX atau campur dengan besi 10 yang sama,” kata Adam

“Padahal pada tiang kolom dan besi harus menggunakan besi 12 kecuali pada ring balnya baru menggunakan besi 10 itu Informasi yang kami dapat dari tukang pekerja proyek itu,” tambahnya

Adam menyebut, bahwa proyek pembangunan pagar yang dianggarkan melalui Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan ini senilai Rp.181.985.238,00 (Nilai HPS) dengan pelaksana CV. ALKAUTZAR MANDIRI.

“Jadi tentunya ini akan kita sampaikan hal ini oleh Komite Perjuangan Mahasiswa Intelektual Sulawesi Selatan dengan dugaan adanya unsur kesengajaan dalam pekerjaan tersebut,” katanya

Sementara itu, Ketua KPMI Sulsel Agung Indar Jaya, mengatakan, bahwa memang benar adanya temuan besi yang digunakan pada kolom dan slop itu Mix atau dicampur.

Tak hanya itu, kata dia terdapat banyak penggunaan besi yang diduga tidak sesuai standar nasional Indonesia seperti yang tertuang didalam Perpres No 12 tahun 2021 tentang perubahan Perpres No 16 tahun 2018.

“Jadi anggota Departemen Investigasi KPMI Sulsel juga sudah ukur besi 12 yang sudah terpasang/terpakai dengan alat sigma yang dimiliki ternyata ukurannya diduga tidak sesuai Standar Nasional Indonesia,” kata Agung saat ditemui di salah satu cafe di Tamalatea Sabtu (25/9/21) kemarin.

“Banyak memang yang ditemukan tidak kesesuaian dalam pembangunan pagar SMA 2 Jeneponto ini, tentunya ini harus diperiksa terkait anggaran yang sudah dikuncurkan kenapa bisa hasilnya seperti itu sementara anggarannya lumayan banyak untuk proyek tersebut,” sambungnya

Atas temuan itu, lanjut Agung, Lembaga KPMI Sulsel akan melakukan permintaan klarifikasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan meskipun pihak pelaksana telah membongkar pekerjaannya.

“Kami akan meminta kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan agar mengevaluasi kinerja PPK, PPTK dan Pihak pelaksana atas permasalahan ini,” tegas Agung.

Penulis:Pupung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *