PMII Jeneponto Mengecam Penangkapan 7 Kader PMII di Bulukumba

  • Bagikan

CAKRAWALAINFO.CO.ID, BULUKUMBA- Penangkapan 7 orang kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bulukumba, Sulawesi Selatan, oleh aparat hukum setempat menuai kecaman dari berbagai kader biru kuning di berbagai daerah, Salah satunya datang dari PMII Jeneponto.

Ketua Cabang PMII Jeneponto Moch. Taufiq Irfandi R. mendesak polisi dan jaksa segera membebaskan ketujuh rekannya yang ditangkap atas dugaan tindak kekerasan secara bersama-sama. Penangkapan tersebut terjadi pada Kamis, 21 September 2023.

“Kami dari PMII Jeneponto berharap kepada Pihak Polres, Jaksa dan Pengadilan kab. Bulukumba kiranya dapat membebaskan ketujuh Sahabat Kami, karena kami nilai proses hukum tidak sesuai dengan prosedur normalnya.

Taufiq menjelaskan, dugaan kekerasan tersebut bermula ketika puluhan kader PMII Cabang Bulukumba melakukan aksi unjuk rasa pada di depan Kantor Pengadilan Negeri Bulukumba pada 2 Februari 2023

Dalam aksi unjuk rasa tersebut sempat terjadi saling dorong antara pihak kejaksaan dan massa aksi. Akibatnya, terjadi insiden yang menimpa salah satu pegawai kejaksaan.

Setelah kejadian itu, tujuh kader PMII ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak kekerasan bersama – sama. Mereka adalah Ketua Umum Cabang PMII Bulukumba Wahyudi, Sekretaris Cabang PMII Bulukumba, Sulham dan Dial, Kader PMII.

Kemudian Aditya Maulana Putra, Rahmat Nur, Taufiq Hidayat dan Subhan. Keempat mahasiswa ini adalah kader PMII Bulukumba.

Menurut PMII Jeneponto, penangkapan itu dilakukan tidak sesuai prosedur karena para tersangka tidak pernah dipanggil untuk dimintai keterangan sejak Februari sampai September 2023.

“Dari Informasi PMII Bulukumba, penangkapan tersebut dinilai menyudutkan sahabat – sahabat kami, terkesan diproses secara cepat tanpa ada pemanggilan terlebih dahulu untuk dimintai keterangan.

Lebih lanjut, Taufiq juga menegaskan PMII Cabang Jeneponto akan melakukan Aksi sebagai bentuk Solidaritas kami terhadap 7 Penangkapan Sahabat PMII Bulukumba jika Belum dibebaskan dalam waktu dekat.(*)

Penulis : Redaksi
Editor. : Haikal

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan