Merasa Empati, Seorang Perawat RSUD Latopas Jeneponto Bikin Air Mata Pasien Pecah

  • Bagikan
Foto: Seorang perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang (Latopas) Kabupaten Jeneponto menarik perhatian pesien (Syamsir).

CAKRAWALAINFO.CO.ID, JENEPONTO – Salah seorang perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang (Latopas) Kabupaten Jeneponto menarik perhatian sejumlah keluarga pasien yang datang menjenguk di perawatan bedah lontara 4.

Bagaimana tidak, perawat yang diketahui bernama Sulnavira alias Suci itu, menyuguhkan pelayanan prima terhadap salah seorang pasien paruh baya, Mahmud (58).

Sulnavira betul-betul merasa empati membantu dan merawat pasien dengan tulus hati tanpa memandang apapun latar belakang dan statusnya.

Apalagi, kata Sulnavira, kondisi pasien tersebut terbilang warga tidak mampu dan selama 4 hari di rawat di rumah sakit Lanto Daeng Pasewang hanya ditemani sang istri.

“Saya kasihan sekali karena sudah empat hari di rawat di ruang bedah lontara 4 tidak ada keluarganya yang lain datang menjenguk,” ucap Suci sapaannya.

Pasien tidak ditanggung BPJS (KIS Nonaktif) dan adminitrasi kependudukannya juga bermasalah. untuk mengurus semua itu tutur Suci, tentu ada dari salah satu keluarga pasien yang bisa membantu menguruskannya.

“Itu istri pasiennya kasihan tidak tahu mau kemana, baru tidak ada juga keluarganya. Itu saja istrinya sudah bingung mau ambil uang dimana untuk biaya pengobatan suaminya,” kata Suci.

“Saya betul-betul merasa empati sama pasienku, jadi saya bilang sabar meky Bu nah InsyaAllah semua ada jalannya, semoga pihak rumah sakit bisa membantu meringankan sedikit bebanta,” kata dia lagi penuh iba sambil memberikan sentuhan lembut tangannya bagaikan obat yang mengalir ke setiap pembuluh darah dalam tubuh pasien.

Keikhlasan hatinya itu, seolah membuat semangat jiwa setiap orang yang sakit terobati. Keramahan kata-katanya membuat keinginan pasien untuk segera lekas sembuh.

Mendengar setiap ucapan dan aksinya, sontak bikin air mata pasien dan istri pesien Suriati pecah dan terharu.

Suci menjelaskan, pesien tersebut mengidap penyakit prostat dan biaya pengobatannya selama 4 hari di rawat lebih Rp.2 juta rupiah sesuai rincian (billing) karena pasien masuk umum.

“Alhamdulillah pasien di bantu pengurangan biaya di Laboratorium dan Radiologi. Pasien juga dibantu biaya pengobatannya oleh pihak BaZnas,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Suriati mengaku semenjak suaminya masuk di lontara 4 cukup puas dengan pelayanan pihak rumah sakit, sampai baginya merasakan bahwa pelayanan itu betul-betul ada.

“Baik sekali itu perawatnya karaeng, lembut, sabar dan jiwa penolongnya tinggi sekali. Saya juga tidak kenal itu perawatnya siapa namanya dan tinggal dimana,” ucap Istri pasien Suriati terlihat haru.

Bahkan, istri pasien juga mengaku sangat terbantu biaya pengobatan suaminya di rumah sakit tersebut.

“Alhamdulillah karaeng saya sangat terbantu sekali, Saya cuma menambah uang tidak sampai ji 1 juta,” urainya.

Pasien tersebut diketahui warga Borong Loe, Desa Bonto Rampo, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto (Syamsir).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan