Korban Diduga Disabet Senjata Tajam, Penasihat Hukum: Itu Bukan Pasal Tunggal

  • Bagikan

CAKRAWALAINFO.CO.ID, JENEPONTO – Dugaan Kasus Penganiayaan menggunakan senjata tajam (sajam) yang mengakibatkan luka sedang ditangani penyidik Polsek Binamu, Polres Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Peristiwa nahas itu, terjadi pada bulan Mei 2024 di Desa Jombe.

Penasihat korban berinisial AL, yakni Samsul, SH.MH kepada wartawan mengatakan, korban sudah diambil keterangan pada Jumat lalu.

Selanjutnya, kata pria yang akrab sapa Sul itu menjelaskan akan dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi korban.

“Informasi dari penyidiknya, korban (klien) sudah diambil keterangannya. Minggu ini akan dilanjutkan pemeriksaan terhadap para saksi, nanti akan diajukan dalam waktu dekat,” ungkap Penasihat Hukum, AL, Samsul,SH.MH., Minggu (30/6/2024).

Eks wartawan senior ini, juga mengingatkan kepada penyidik kepolisian Polsek Binamu, agar tidak menggunakan pasal tunggal terhadap dugaan penganiayaan tersebut.

“Kasus ini sedang ditangani, penyidik Kepolisian di Polsek Binamu. Korban dianiaya menggunakan sajam jenis parang, jadi pasalnya jelas ada 351 ayat 2 dan UU Darurat”, tuturnya.

Pria yang menyelesaikan gelar magister (S2) di UIT Makassar ini pun kepada keluarga Korban untuk tetap bersabar dan mempercayakan penanganannya, pada penyidik kepolisian Polsek Binamu.

“Tim kami sudah menyampaikan kepada pihak korban, untuk bersabar, sambil menunggu perkembangan hasil penyidikan”, tutupnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan