Kios Rahma Jaya Bebas Jual Pupuk di Atas Harga Ketentuan Kementan, Distributor KPI Jeneponto Diduga Lakukan Pembiaran

  • Bagikan
Ketua Kelompok Tani Parangcawaika Desa Bontomanai, Kecamatan Bangkala, Amiruddin yang mengkordinir jatah pupuk untuk lima Kelompok Tani di rumahnya

CAKRAWALAINFO.CO.ID, JENEPONTO – Kios pupuk Rahma Jaya di Desa Bontomanai, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, bebas menjual pupuk urea hingga senilai 130 ribu perzak di atas harga eceran tertinggi (HET).

Hal ini terjadi lantaran pihak Koperasi Perdagangan Indonesia (KPI) Jeneponto diduga melakukan pembiaran dengan adanya harga penjualan di atas yang telah ditentukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia.

Permasalahan itu terbukti dengan adanya pengakuan pengecer pupuk, Rahma pemilik kios Rahma Jaya yang menjual pupuk kepada Kelompok Tani Parangcawaika senilai 120 ribu perzak.

Selain itu, diperkuat juga dengan pengakuan Amiruddin selaku Ketua Kelompok Tani menjual ke petani senilai 130 ribu perzak. Dengan demikian, dinilai sengaja menjual nama untuk dijadikan lahan bisnis tanpa menghiraukan aturan ketetapan harga pemerintah pusat yang hanya senilai 112.500 rupiah perzak sebagaimana diperkuat Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 49 Tahun 2020 tentang pupuk bersubsidi.

Terkait permasalahan tersebut, senada dengan pengakuan kedua orang sebelumnya yaitu Rahma dan Amiruddin, pihak KPI melalui adminnya, Halim yang mewakili Amrina selaku Ketua Distributor KPI Kabupaten Jeneponto mengakui itu tidak jadi masalah sepanjang ada kesepakatan antara petani dan kelompok tani.

“Penjualan pupuk diatas harga eceran tertinggi (HET) itu tidak jadi masalah yang penting ada kata sepakat dengan Ketua Kelompok Tani dan petani,” ucap Halim, beberapa hari yang lalu.

Menurut Halim, Penjualan pupuk urea di atas harga eceran tertinggi (HET) tidak jadi masalah karena mengingat biaya kebutuhan kelengkapan administrasi seperti uang kertas, uang print dan lain-lainnya.

“Sekalipun demikian, kalau ada pengecer ada yang dinilai menjual terlalu tinggi melampaui batas dari ketetapan HET, maka nanti akan dipanggil untuk dipertemukan antara pengecer, Ketua Kelompok Tani dan warga petani,” tegasnya.

Demikian juga halnya terkait dengan indikasi penjualan di atas HET yang disinyalir dilakukan oleh Rahma Jaya pengecer pupuk di Desa Bontomanai, Kecamatan Bangkala, akan disampaikan kepada Amrina selaku ketua KPI Jeneponto untuk ditindaklanjuti.

“Nanti saya akan sampaikan ke Bu Amrina sebagai Ketua Distributor KPI untuk dibicarakan lebih lanjut sesuai dengan prosedur yang sebenarnya,” katanya.

Ads DPRD Jeneponto

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.