KBRI di Malaysia Sebut Ada WNI Tewas Saat Urus Paspor

  • Bagikan
Pria di Bali Tewas Bunuh Diri Usai Melompat di Jembatan
ilustrasi

CAKRAWALAINFO.id, KUALA LUMPUR – Seorang warga negara Indonesia ( WNI ), Ngatiyai (57 tahun), meninggal dunia saat menerima persetujuan paspor di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Selasa (12/11/2019).

Kepala Subbag Humas Ditjen Imigrasi Sam Fernando menjelaskan, korban merupakan WNI pemegang izin tinggal di Malaysia. Dia menerima suami yang berstatus Penduduk Permanen atas nama Hindra Wijaya bin Sasro Pawiro.

“Telah meninggal dunia sebagai WNI di KBRI Kuala Lumpur atas nama Ngatiyai pada 12 November 2019, sekitar pukul 11.25 waktu lokal,” kata Fernando di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Dia melanjutkan, saat itu Ngatiyai duduk di area disabilitas di ruang pelayanan imigrasi KBRI. Pada pukul 10.46 waktu lokal, dia pingsan.

Tim Satgas KBRI Malaysia langsung menghubungi Rumah Sakit Kuala Lumpur dan tim medis tiba pukul 11.03. Setelah dilakukan, tekan 11.25 tim paramedis RS Kuala Lumpur menyatakan yang diterima dunia.

Selanjutnya kerabat almarhumah memberikan keterangan kepada Kepolisian Malaysia didampingi petugas KBRI.

Menurut Fernando, Ngatiyai diketahui memiliki riwayat sakit diabetes.

Jenazah membantu di Rumah Sakit Kuala Lumpur dengan pendampingan KBRI bersama kerabat almarhumah. Penyebab pasti meninggalnya korban masih menunggu hasil post mortem.

Setelah memeriksa forensik dan diterbitkannya surat izin pemakaman, KBRI membantu pemakaman dan pengiriman jenazah menyesuaikan permintaan ahli waris almarhumah.

Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur Mulkan Lekat mengatakan, saat itu antrean pemohon paspor tidak begitu padat. Ngatiyai mendapat layanan prioritas di area khusus karena datang menggunakan kursi roda.

Atase Imigrasi Kuala Lumpur menerima 900 hingga 1000 permintaan paspor dan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) setiap hari. Untuk melayani pemohon, KBRI menyediakan 21 loket.

Ini merupakan kejadian kedua WNI meninggal saat mengatur paspor di KBRI dalam 2 pekan terakhir. Pada 31 Oktober, Tamam bin Arsyad meninggal saat antre.

Tamam meninggal saat mengambil nomor antrean mengambil paspor pada pukul 18.45 waktu lokal.

Pria pemegang Kartu Identitas atau KTP Merah Malayang itu berada di baris paling depan dan duduk di lantai saat tiba-tiba ambruk.

Petugas KBRI langsung menghubungi polisi dan ambulans. Namun petugas medis memastikan Tamam telah wafat.

Editor : Agil Munawar
© | CAKRAWALAINFO.id 2019

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan