Pelaku Pengeroyokan Belum Ditangkap, Polsek Biringbulu Tak Becus Tangani Kasus

  • Bagikan

CAKRAWALAINFO.CO.ID, GOWA – Beberapa waktu lalu telah terjadi pengeroyokan di turnamen antar kampung yang berlangsung di Dusun Bulassi, Desa Taring Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa. Senin (18/9/2023) lalu.

Diberitakan sebelumnya, bahwa penyidik Kapolsek Biringbulu sudah menanggapi adanya pelaporan dugaan pengeroyokan yang terjadi di lapangan Desa Taring di beberapa waktu lalu.

Hal tersebut, disampaikan langsung oleh Bripka Muslimin selaku penyidik Kapolsek Biringbulu yang mengatakan jika dugaan kasus pengeroyokan ini masuk dalam proses pemanggilan.

“Sesuai yang  dilaporkan oleh keluarga korban, bahwa ada dua saksi yang akan dipanggil oleh penyidik pada hari Rabu, dan kedua saksi ini akan diperiksa untuk memastikan adanya dugaan pengeroyokan itu,”ujarnya (9/10/2023) malam lalu.

Namun saat penyidik Kapolsek Biringbulu dikonfirmasi kembali terkait pemanggilan dan pemeriksaan kedua saksi yang diduga pengeroyokan itu dilakukan pada hari, Rabu (11/10/2023) lalu.

Pada saat dikonfirmasi melalui via whatsapp, penyidik Kapolsek Biringbulu belum memberikan keterangan jelas, setelah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan tersebut.

Menurut Mustakim saat dikonfirmasi oleh Cakrawalainfo, ia mengatakan jika pelaku yang diduga pengeroyokan itu melaporkan kembali soal penganiayaan yang terjadi dilapangan desa taring.

“Untuk saat ini penyidik sudah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pelaku yang diduga melakukan pengeroyokan dilapangan Desa Taring dan yang dilapor ini juga melapor kembali ke polsek, jadi saat ini saling melaporkan,” kata dia saat dikonfirmasi melalui via whatsapp

Sementara keluarga korban, Beta mengungkapkan jika Kapolsek Biringbulu saat ini tidak mampu bertindak cepat untuk menangani pelaku yang melakukan pengeroyokan terhadap keluarganya.

“Harusnya Polsek Biringbulu ini bisa  bertindak cepat, karna kami dari keluarga korban tidak menerima pelaku itu berkeliaran, maka dari itu kami meminta segera lakukan penangkapan, takut nanti ada muncul kasus dendam karena keluarga kami tidak terima dikeroyok,” jelasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan