IRT di Jeneponto Luka-luka akibat Dikeroyok, Pelaku Bebas Berkeliaran

  • Bagikan

CAKRAWALAINFO, CO. ID. Jeneponto – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) diduga menjadi korban penganiayaan.

Penganiayaan ini terjadi di Desa Kareloe, Dusun Tina’ro, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Pelapor diketahui bernama, Syamsuarni sedangkan rivalnya adalah seorang perempuan berinisial CM.

Ia melaporkan CM ke Polres Jeneponto sejak tanggal 3 Desember 2021 lalu. Namun, hingga kini penyidik Polres Jeneponto belum mengamankan terlapor.

Kepada wartawan, Syamsuarni meceritakan kronologi yang dialaminya. Kala itu, ia dan pelaku sempat adu mulut. Namun, pelaku bersama rekanya tiba-tiba mengeroyok korban.

Dari pengeroyokan itu, korban mendapat luka di bagian mulut yang membuat korban keberatan dan melaporkan hal ini ke polisi.

“Mengeroyoki, jadi luka bibirku baru menginjak kepala ku jadi pendarahan di gusiku sama luka tergoreski juga bagian  bibir,” ujar Syamsuarni, Kamis (20/1/2022).

Menurut Syamsuarni, pihak kepolisian dinilai lamban dalam menangani kasus penganiayaan tersebut. Pasalnya, kasus yang dilaporkan ini sudah berumur satu bulan. Sayangnya, kepastian hukumnya belum jelas.

Bahkan, kata dia, dugaan penganiayaan ini juga dibuktikan dengan beredarnya video di jejaring media sosial (Medsos).

“Masa sudah sebulanmi begini nah belumpi diambil. Sudah jelas-jelas didalam video dia keroyokka,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Unit (Kanit) Tindak Pidana Umum (Tipidum) Polres Jeneponto Aipda Jusman angkat bicara.

Jusman mengatakan bahwa laporan Syamsuarni sudah ditangani oleh pihaknya. Beberapa saksi juga telah dimintai keterangan.

“Sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi serta sudah memberikan undangan klarifikasi pertama kepada terlapor,” ungkap Aipda Jusman kepada wartawan.

Kata Jusman, pihaknya sudah melayangkan surat klarfikasi perdana, namun terlapor tidak menghadiri undagan tersebut. Terlapor baru hadir setelah surat klarfikasi yang kedua kalinya.

“Terlapor akhirnya sudah memenuhi undangan sehingga dilakukan pemeriksaan,” beber Jusman.

“Untuk rencana tindak lanjut atas perkara yang dilaporkan Syamsuarni kami akan lakukan gelar perkara untuk kepastian hukum,” pungkasnya.

Ads DPRD Jeneponto

Penulis: Muhajir Aditama
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.