Heboh! Kepala Inspektorat Jeneponto Diduga Intervensi ASN jelang Pilkada, Pj Bupati Diminta Bertindak

  • Bagikan

CAKRAWALAINFO.CO.ID, JENEPONTO – Dugaan penyalahgunaan wewenang terjadi menjelang pilkada serentak tahun 2024 di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepala Inspektorat Jeneponto, Maskur diduga berpihak kepada salah satu bakal calon bupati yang akan maju di Pemilihan Bupati (Pilbub) Jeneponto.

Informasi ini beredar di media sosial facebook, Kamis (16/5/2024).

“SURAT TERBUKA UNTUK PJ BUPATI JENEPONTO, Kepada Bapak PJ Bupati Jeneponto Junaedi Bakri, S.Sos.,MH. Dengan ini kami sampaikan kepada Bapak PJ Bupati Jeneponto bahwa Kepala Inspektorat Jeneponto telah kami menduga melakukan penyalagunaan wewenang dalam menghadapi proses Pilkada Jeneponto,” tulis akun Panglima Turatea dalam grup Facebook (SURAT) SUARA TURATEA JENEPONTO.

Panglima menyebutkan, hampir seluruh OPD sekretariat Pemda Jeneponto mendapat intervensi dari Maskur.

Mulai dari Kepala Sekolah, Kepala Dinas, hingga lintas sektor pemerintahan kecamatan.

Maskur mengancam, akan memproses temuan OPD tersebut jika tidak mendukung calon bupati yang dukungannya.

“Yang dimana telah banyak ASN Jeneponto terutama para Kepala Sekolah SD, SMP, Kepala Puskesmas, Kepala Seksi, Kepala Bidang dan Kepala Dinas, Kepala Kecamatan, Kepala Kelurahan dan Kepala Desa dan beberapa ASN lainnya di Jeneponto diperintahkan untuk menjadi TIM SUKSES bakal calon Bupati Jeneponto tertentu, dan jika hal ini tidak diindahkan ataupun tidak diikuti instruksinya, maka Kepala Inspektorat dan beberapa jajarannya mengancam dan mengintervensi para Kepala Desa, Kepala Sekolah SD, SMP, Kepala Puskesmas, Kepala Bidang, Kepala Seksi, Kepala Dinas dllnya akan diproses temuannya ataupun akan dipersulit dalam berbagai pelaporan keuangan instansi tersebut,” jelas Panglima Turatea.

Kendati demikian, pemilik akun Panglima Turatea itu meminta agar Pj Bupati Jeneponto Junaedi Bakri segera mengambil tindakan tegas.

“Dengan adanya dugaan penyalagunaan wewenang oleh Kepala Inspektorat Jeneponto, melalui surat terbuka ini, kami meminta kepada Bapak PJ Bupati Jeneponto untuk dapat mengevaluasi kinerja Kepala Inspektorat Jeneponto dan melakukan pengawasan dengan baik agar instansi Inspektorat tetap berada pada garis netralitas,” tuturnya.

“Demikian surat terbuka ini kami sampaikan kepada PJ Bupati Jeneponto untuk dapat diperhatian dengan baik, sekian, Wassalam,” pungkasnya.

Terkait hal tersebut, Maskur saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp membantah.

“Yang saya mau anukan (pertanyakam) siapa yang dipengaruhi (meng-intevensi OPD) siapa yang mempengaruhi, saya bantah secara keseluruhan, itu bagaimana caranya, kalau mau ketemu sama saya gantle man toh, ada begini kak, ada begini, enaknya itu kalau begitu, tidak ditahu juga siapa pengirimnya (di Facebook), kan bikin bingung juga ini barang (persoalan),” ujarnya.

 

Kata Maskur, keberpihakan ASN kepada salah satu kandidat adalah hal yang wajar.

 

Terlebih saat ini belum masuk dalam tahapan kampanye pilkada.

 

“Jadi intinya bahwa sampai sekarang ini belum ada tahapan Pilkada, siapapun yang mendatangi siapa tidak adapi masalah sampai sekarang,”

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan