Geruduk Kejari dan Polres Bantaeng, Massa Aksi: Tangkap Pelaku Korupsi Bansos Pendidikan 2017

  • Bagikan
Geruduk Kejari dan Polres Bantaeng, Massa Aksi: Tangkap Pelaku Korupsi Bansos Pendidikan 2017
Massa aksi gabungan di Kabupaten Bantaeng menggelar unjuk rasadi depan Mapolres Bantaeng | Foto: Supriadi Awing/Cakrawalainfo.id

CAKRAWALAINFO.id, BANTAENG – Ratusan Masyarakat Bantaeng yang tergabung dalam Forum Gerakan Peduli Pembinaan Masyarakat (GPPM) melakukan Aksi unjuk rasa.

GPPM menggelar aksi protesnya di depan Kantor Polres Bantaeng dan Kantor Kejaksaan Negeri Bantaeng terkait Kinerja Aparat Penegak Hukum (APH). Kamis (9/1/2020).

Aksi protes ini dikomandoi langsung oleh Rusdi sebagai jenderal lapangan. Mereka meminta agar kasus dugaan korupsi di Kabupaten Bantaeng ditindak tegas.

“Menuntut Kepada Kapolres Bantaeng untuk tegas dalam bertindak memberantas Kejahatan di Kabupaten Bantaeng,” teriak Rusdi menggunakan pengeras suara, toa.

Hal ini menjadi catatan bagi para penegak hukum diminta serius menyelesaikan perkara seperti pencurian, korupsi, mafia migas dan penggelapan pajak warga.

Dimana para massa aksi ini telah menerima aduan dari masyarakat dan mengaku telah dilaporkan oleh beberapa ormas dan forum seperti, AMYA Bantaeng, DPD BAIN HAM RI Bantaeng dan L Lidik Pro agar kasusnya tetap berjalan dengan reputasinya.

Selain itu mereka meminta agar para pelaku pencurian, tindakan Korupsi agar dilakukan penanganan serius.

“Kepada Kapolres Bantaeng untuk bersinergi dan mendukung penuh forum GPPM dalam melakukan aksi pencegahan terhadap Pelaku Kejahatan di Kabupaten Bantaeng” tegas Rusdi di depan Mapolres Bantaeng.

Sementara Orator dari Lidik Pro dengan tegas menyebutkan bahwa Penegakan Hukum sudah mati. Ini berdasarkan asumsi lemahnya penegakan hukum.

Maka para oknum pejabat pun dengan beraninya melakukan pelanggaran seperti yang terjadi di Desa Baruga Kecamatan Pajukukan Bantaeng.

“Innalillahi Wainnailaihirajium, Inilah ucapan yang pantas kita ucapkan terhadap aparat penegak hukum yang tidak serius menangani laporan Masyarakat, sari Lidik Pro sudah memberikan bukti bukti yang cukup terkait penggelapan Dana Pajak warga,” tegas Harianto Syam dalam orasinya.

Tapi sampai saat ini, lanjutnya, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Ada Apa dengan Aparat Penegak Hukum di Kabupaten Bantaeng” tanya Harianto.

Menyikapi pernyataan sikap massa aksi, Kapolres Bantaeng Akbp Wawan Sumantri memberikan sinyal positif atas tuntutan yang disampaikan massa aksi.

“Terima kasih atas kritik dan sarannya terhadap kami, tuntutan teman teman kami terima dengan baik, dan saya pun perintahkan kepada semua kasat untuk terbuka memberikan informasi perkembangan penanganan Kasus yang dilaporkan oleh teman teman LSM seperti, AMYA, BAIN HAM RI dan Lidik Pro.

Semua kita tindak lanjuti, dan terkait Forum GPPM tentunya kami sangat mendukung Pergerakannya sepanjang tidak bertentangan dengan hukum” ucap Kapolres Bantaeng.

Massa aksi ini juga menggeruduk kantor kejaksaan Negeri Bantaeng. Mereka menuntut agar Kejari Bantaeng aegera menangkap pelaku Korupsi anggaran Bansos Pendidikan Tahun 2017 yang dilaporkan oleh DPD BAIN HAM RI Bantaeng.

“Kami menuntut agar Pelaku Korupsi Dana Bansos pendidikan 2017 segera di proses dan ditahan, karena diduga kuat telah merugikan uang negara hingga milyaran rupiah,” tegasnya Rusdi.

Korupsi dan pencuri, kata Rusdi, adalah kejahatan yang luar biasa yang harus kita perangi bersama sama, olehnya itu kami menuntut komitmen dari Kejaksaan untuk menangani persoalan itu.

Penulis : Supriadi Awing
Editor   : Agil Munawar
© | CAKRAWALAINFO.id 2020

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan