Gelar Fasilitas Pendamping Tim AKS di Jeneponto, BKKBN Sulsel Bersama PP-KB Identifikasi Kasus Stunting

  • Bagikan

CAKRAWALAINFO.CO.ID, JENEPONTO – PP KB Kabupaten Jeneponto Bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Selatan Gelar Fasilitas Pendampingan Tim Audit Kasus Stunting proses identifikasi dan seleksi Audit kasus Stunting.

Pertemuan itu menghadirikan Pemateri, Camat, Unsur dari OPD KB Unsur dari Dinas Kesehatan, Unsur dari Rumah Sakit,Unsur dari Puskesmas, Unsur dari PKB/PLKB, Technical Assisten Satgas Stunting Kabupaten, Unsur dari TPK

Penyuluh/Fasilitator dan Serta Unsur Dinas PP-KB, diHotel Valentine’s, Rabu (16/11/2022). Sekitar Pukul 15:41. Sore.

Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel, Dra. Hj. Andi Ritamariani, Menyampaikan bahwa Pemerintah telah menetapkan Stunting sebagai program prioritas nasional. Komitmen ini diwujudkan dengan masuknya Stunting ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan target penurunan yang cukup signifikan dari kondisi 27,6 persen pada tahun 2019 ditargetkan menjadi 14 persen pada tahun 2024.

“Olehnya itu diperlukan upaya-upaya nyata yang memberikan dampak terhadap penurunan stunting,” jelasnya.

Apalagi dengan adanya, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, sebagai dasar hukum BKKBN untuk melakukan berbagai upaya bersama lintas sektor terkait dalam rangka koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan.

“Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting di Indonesia Tahun 2021 – 2024 (RAN PASTI). RAN PASTI tersebut ditetapkan dalam rangka memberikan penguatan-penguatan pada berbagai aspek serta regulasi/kebijakan strategis yang dibutuhkan untuk mengupayakan adanya konvergensi perencanaan dan penganggaran penurunan stunting,” bebernya.

Kata Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel itu, disini kita mengaudit proses identifikasi dan seleksi Audit kasus Stunting.

Dimana, 24 Kabupaten di Sulsel itu sudah identifikasi dengan melakukan AKS dengan beberapa tahapan.

“Setelah diselesaikan AKS tahap 1 dan 2, dan tahap 1 ini Kabupaten Jeneponto sudah melakukan Desiminasi ini akan melahirkan Rekomendasi untuk tindak lanjuti. Diseminasi Hasil Kajian dan Rencana Tindak Lanjut kepada lintas sektor terkait,”ucapnya.

Di hadapan awak media, Andi Ritamariani, berharap setelah melakukan Audit Kasus Stunting AKS ini akan ditindaklanjuti sampai ke Intervensi, di monitoring hingga evaluasi perkembangannya.

“Dilakukan melalui beberapa tahapan selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu mulai dari calon pengantin (Catin), PUS (Pasangan Usia Subur), ibu hamil, ibu pascapersalinan dan anak bawah dua tahun.

Hal ini diperlukan untuk mencari penyebab terjadinya kasus stunting di setiap wilayah sebagai upaya pencegahan terjadinya kasus serupa,” sebutnya.

Audit kasus stunting adalah identifikasi risiko dan penyebab risiko pada kelompok sasaran berbasis surveilans rutin atau sumber data lainnya.Tujuan dari Kegiatan ini yakni, Melakukan Identifikasi Kasus Stunting terhadap sumber data yang tersedia, Melakukan seleksi Kasus Stunting melalui pengisian Kertas Kerja Audit.

“Hasil yang diharapkan dari pertemuan ini adalah Tersedianya data Audit Kasus Stunting melalui identifikasi dan seleksi Kasus Stunting untuk kegiatan Desiminasi Hasil Kajian Kasus Stunting,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas PP-KB Jeneponto, dr. H. Iswan Sanabi, mengatakan, Kegiatan ini merupakan acara identifikasi verifikasi Audit Kasus Stunting (AKS) pendamping kemudian rencana tindak lanjut.

“Ada beberapa tahapan yang telah dilakukan dalam penanganan stunting untuk PP-KB Jeneponto,” Jelasnya.

Kata dia, dalam perkembangan dan upaya yang telah Ia lakukan hingga memasuki Tahapan Audit Kasus Stunting AKS 2 sampai memasuki tahap Desiminasi hingga ke rekomendasi yang dikeluarkan oleh tim pakar.

“Setelah itu ada tindaklanjut, ini tergantung dari apa kasus perkasusnya,” sebut mantan Direktur RSUD Lanto Daeng Pasewang itu.

Adapun dari peserta memberikan masukan dan pertanyaan ke Perwakilan BKKBN Sulsel serta pemateri yakni, Camat Arungkeke, Fasilitator Batang dan Kepala Puskesmas Rumbia. Tentang penanganan stunting.(*/Firman)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *